Pembobolan Tanggul Ganggu Persiapan Produksi Garam K-SIGN di Rote Ndao
Pembobolan tanggul mengganggu aliran air menuju kolam produksi K-SIGN di Rote Ndao. Pemkab dan kepolisian menyepakati penutupan tanggul, tetapi kompensasi lahan masih dibahas.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Rote — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan kepolisian merespons pembobolan tanggul di kawasan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) pada 21 Oktober 2026. Peristiwa itu mengganggu persiapan produksi garam karena aliran air laut menuju kolam penguapan dan meja kristalisasi terhenti.
Mengapa ini penting: Persiapan produksi garam K-SIGN belum berjalan karena aliran air terganggu dan pemompaan ditunda sampai pembahasan kompensasi lahan diselesaikan.
Asisten II Sekretariat Daerah Rote Ndao, Anthonius Banepa, mengatakan pemerintah daerah dan kepolisian telah berdialog dengan warga. Dalam kesepakatan tersebut, PT Nindya Karya akan menutup kembali bagian tanggul yang dibobol menggunakan alat berat.
Menurut RRI Kupang, warga yang menyampaikan tuntutan kompensasi lahan meminta pemompaan air laut belum dilakukan sebelum persoalan kompensasi diselesaikan. Kondisi ini menjadi salah satu kendala sebelum K-SIGN beroperasi.
RRI Kupang melaporkan pembangunan fisik tahap pertama K-SIGN telah tuntas dan kawasan itu bersiap memasuki tahap produksi. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut tahap pertama mencakup 616 hektare.
Sistem produksi K-SIGN dimulai dengan pemompaan air laut ke kolam awal. Air kemudian dialirkan melalui kolam-kolam penguapan hingga mencapai meja kristalisasi untuk menghasilkan garam.
Pemerintah daerah juga mendorong penilaian lahan oleh Kantor Jasa Penilai Publik. Hasil penilaian tersebut diharapkan menjadi dasar pembahasan kompensasi antara masyarakat dan pihak terkait.
Anthonius membedakan kompensasi lahan dari pembagian hasil. Kompensasi harus diselesaikan terlebih dahulu, sedangkan pembagian hasil berkaitan dengan kegiatan produksi sesuai perjanjian kerja sama.
KKP sebelumnya melaporkan tanggul K-SIGN di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, terbuka pada 27 September 2026 dan telah ditutup serta diperbaiki. Kementerian itu menyatakan persoalan kompensasi akan ditindaklanjuti melalui koordinasi sesuai ketentuan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kepulauan
DPRD Rote Ndao Minta Jalur Khusus di Tengah Antrean BBM
Antrean BBM di sejumlah SPBU Rote Ndao mendorong Denison Moy meminta jalur khusus bagi tenaga kesehatan dan ibu hamil. Rapat evaluasi distribusi dijad…
Terbaru di Ekonomi
Berita utama hari ini

Baca juga




