Frengky Tarawatu Susanto Pimpin Kadin Sumba Barat Periode 2026–2031
Frengky Tarawatu Susanto memimpin Kadin Sumba Barat periode 2026–2031. Organisasi ini mendorong pengolahan kopi, jambu mete, dan peluang industri baru.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Waikabubak — Frengky Tarawatu Susanto terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumba Barat melalui sidang pleno pada Kamis 22 Oktober 2026. Pelantikan berlangsung di Gedung Alfa Omega, Waikabubak, dan dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga.
Kepengurusan Kadin Kabupaten Sumba Barat periode 2026–2031 diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Frengky menyatakan komitmen untuk menjalankan program yang berdampak langsung kepada masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta membuka lapangan kerja.
Ketua Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur Bobi Lianto mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Ia juga menekankan pengolahan komoditas unggulan seperti kopi dan jambu mete agar Sumba Barat tidak hanya menjual bahan mentah. Produk olahan dinilai dapat memberi nilai ekonomi lebih tinggi dan meningkatkan daya saing.
Investasi lokal perlu mengolah komoditas Sumba Barat
Bobi juga mendorong pengusaha daerah melihat peluang industri baru. Salah satu contoh yang disebut ialah pabrik air mineral, karena kebutuhan air minum di daerah tersebut masih dipenuhi dari luar. Kadin diharapkan mengidentifikasi produk yang banyak didatangkan dari luar Nusa Tenggara Timur untuk kemudian diproduksi secara lokal.
Bagi pembaca di Sumba dan wilayah Nusa Tenggara Timur, arah ini berkaitan dengan perputaran uang, kesempatan kerja, dan penguatan rantai usaha di kabupaten. Dukungan pemerintah daerah juga dinilai penting, terutama melalui kebijakan yang memberi ruang bagi produk buatan daerah dalam kegiatan pemerintahan dan kebutuhan sektor perhotelan.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kolaborasi baru antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mendorong peluang investasi dan industri baru yang meningkatkan nilai tambah produk lokal serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
Gempa Sumba Barat: Kronologi, Dampak, dan Status Tsunaminya
Gempa di Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 dimutakhirkan BMKG menjadi M5,9 dan tidak berpotensi tsunami. BPBD mencatat 299 rumah terdampak serta ke…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





