NTT Hari Ini

Jumat, 23 Oktober 2026

Frengky Tarawatu Susanto Pimpin Kadin Sumba Barat Periode 2026–2031

Frengky Tarawatu Susanto memimpin Kadin Sumba Barat periode 2026–2031. Organisasi ini mendorong pengolahan kopi, jambu mete, dan peluang industri baru.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bidikan makro tumpukan biji kopi sangrai berwarna cokelat tua.
Ilustrasi: Bidikan makro tumpukan biji kopi sangrai berwarna cokelat tua. · Foto: Alexas Fotos / Pexels

Waikabubak — Frengky Tarawatu Susanto terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumba Barat melalui sidang pleno pada Kamis 22 Oktober 2026. Pelantikan berlangsung di Gedung Alfa Omega, Waikabubak, dan dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga.

Kepengurusan Kadin Kabupaten Sumba Barat periode 2026–2031 diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Frengky menyatakan komitmen untuk menjalankan program yang berdampak langsung kepada masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta membuka lapangan kerja.

Ketua Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur Bobi Lianto mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Ia juga menekankan pengolahan komoditas unggulan seperti kopi dan jambu mete agar Sumba Barat tidak hanya menjual bahan mentah. Produk olahan dinilai dapat memberi nilai ekonomi lebih tinggi dan meningkatkan daya saing.

Investasi lokal perlu mengolah komoditas Sumba Barat

Bobi juga mendorong pengusaha daerah melihat peluang industri baru. Salah satu contoh yang disebut ialah pabrik air mineral, karena kebutuhan air minum di daerah tersebut masih dipenuhi dari luar. Kadin diharapkan mengidentifikasi produk yang banyak didatangkan dari luar Nusa Tenggara Timur untuk kemudian diproduksi secara lokal.

Bagi pembaca di Sumba dan wilayah Nusa Tenggara Timur, arah ini berkaitan dengan perputaran uang, kesempatan kerja, dan penguatan rantai usaha di kabupaten. Dukungan pemerintah daerah juga dinilai penting, terutama melalui kebijakan yang memberi ruang bagi produk buatan daerah dalam kegiatan pemerintahan dan kebutuhan sektor perhotelan.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kolaborasi baru antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mendorong peluang investasi dan industri baru yang meningkatkan nilai tambah produk lokal serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.