NTT Hari Ini

Jumat, 23 Oktober 2026

Pemkab Rote Ndao Sebut K-SIGN Hidupkan UMKM Warga

Pemkab Rote Ndao menyebut UMKM di sekitar proyek K-SIGN mulai merasakan peluang ekonomi. Kompensasi lahan dan persiapan produksi garam masih perlu dituntaskan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Sei daging ayam khas Rote, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Sei daging ayam khas Rote, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Risanprasetyo /Febri Ady Prasetyo / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rote — Pada 21 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyatakan sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau K-SIGN mulai merasakan peluang ekonomi dari aktivitas proyek. Dampak itu terlihat di wilayah Kecamatan Landu Leko dan Kecamatan Rote Timur.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Rote Ndao Anthonius Banepa menyebut aktivitas usaha pendukung mulai tumbuh di sekitar kawasan. Masyarakat yang memiliki fasilitas usaha mulai menikmati hasil dari kegiatan tersebut.

Tahap pertama K-SIGN mencakup empat desa. Dua desa berada di Kecamatan Landu Leko dan dua desa lainnya berada di Kecamatan Rote Timur. Pemerintah daerah menilai manfaat ekonomi perlu dirasakan lebih luas, termasuk oleh pemilik lahan dan warga yang tinggal di sekitar kawasan.

Namun, kompensasi lahan masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan. Tim Kantor Jasa Penilai Publik telah turun ke lapangan untuk melakukan penilaian. Pemerintah daerah berharap proses ini membantu memperjelas nilai kompensasi dan mendukung kelanjutan proyek.

Manfaat UMKM bergantung pada penyelesaian lahan dan produksi garam

Bagi warga Rote, tumbuhnya UMKM menunjukkan bahwa kegiatan proyek sudah memunculkan perputaran ekonomi sebelum produksi garam berjalan penuh. Peluang tersebut dapat melibatkan usaha pendukung di sekitar kawasan, tetapi manfaatnya belum dianggap selesai selama persoalan kompensasi lahan masih berlangsung.

Pembangunan fisik tahap pertama disebut telah tuntas. K-SIGN masih bersiap memasuki tahap produksi. Selain kompensasi lahan, pembobolan tanggul juga disebut mengganggu persiapan pengolahan air laut hingga pembentukan kristal garam.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendorong penyelesaian masalah melalui dialog dan kesepakatan bersama. Mekanisme kompensasi dan pembagian hasil mengacu pada perjanjian kerja sama yang telah disepakati para pihak.

Produksi garam diharapkan segera dimulai setelah kendala teknis dan persoalan lahan ditangani. Dengan demikian, manfaat ekonomi K-SIGN dapat menjangkau pelaku UMKM, pemilik lahan, dan masyarakat di sekitar kawasan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Rote Ndao Siapkan Evaluasi Kelangkaan BBM

    Ekonomi

    Rote Ndao Siapkan Evaluasi Kelangkaan BBM

    Kelangkaan BBM di Rote Ndao mendorong Denison Moy meminta jalur khusus di SPBU. Pemkab dan Forkopimda dijadwalkan membahas pengiriman serta dugaan maf…

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.