Bagaimana prestasi atlet NTT di PON, POPNAS, dan ajang paralimpik nasional?
Dalam satu dekade, Nusa Tenggara Timur konsisten menyumbang medali di ajang nasional, terutama PON, POPNAS, dan paralimpik.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 4 menit baca
Dalam satu dekade terakhir, atlet Nusa Tenggara Timur konsisten menyumbang medali di ajang nasional, terutama di cabang atletik dan tinju, sementara sepak bola lebih banyak hadir sebagai partisipasi tim daripada peraihan medali. Menurut laporan evaluasi kontingen dan data ajang pelajar nasional hingga 2025, NTT belum menjadi provinsi papan atas, tetapi menunjukkan tren peningkatan di olahraga lari dan olahraga disabilitas.
Seberapa besar perolehan medali NTT di PON dalam beberapa edisi terakhir?
Menurut ensiklopedia olahraga yang merangkum Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau, 2012, Nusa Tenggara Timur meraih total 17 medali dengan rincian 3 emas, 9 perak, dan 5 perunggu, menempatkan NTT di posisi ke-23 dari seluruh kontingen provinsi pada edisi tersebut, berdasarkan data yang diperbarui 2026. Dalam PON XVII di Papua, 2021, sebuah buku refleksi kontingen NTT mencatat perolehan 7 medali perak dari cabang kempo, tinju, taekwondo, dan atletik, serta 9 medali perunggu dari kempo, tinju, kriket, tarung derajat, wushu, atletik, dan pencak silat, menurut e-book refleksi PON XX Papua, 2025.
Laporan media lokal pada PON XXI Aceh–Sumut, 2024, menyebut kontingen NTT mengirim 188 atlet dari 25 cabang olahraga dan berhasil meraih 7 emas, 13 perak, dan 16 perunggu, sehingga total 36 medali, menurut Victory News, 2024.
Cabang olahraga apa yang paling menyumbang medali untuk NTT di PON?
E-book refleksi PON Papua, 2025, mencatat kempo sebagai penyumbang besar dengan 1 medali perak dan 5 perunggu pada PON 2021, sementara tinju menyumbang 3 perak dan 2 perunggu, atletik menyumbang 1 perak dan 2 perunggu, serta kriket dan tarung derajat masing-masing 1 perunggu. Media lokal pada PON 2024 di Aceh–Sumut melaporkan bahwa kempo menyumbang tiga emas dan sejumlah medali lain, sedangkan tinju menyumbang satu emas dan empat perak, menurut Victory News, 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa olahraga bela diri dan atletik menjadi sumber medali utama bagi kontingen NTT, bukan sepak bola.
Bagaimana prestasi atlet pelajar NTT di ajang POPNAS dan PEPARPENAS?
Menurut laporan resmi Kementerian Dalam Negeri tentang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional, NTT meraih 20 medali di salah satu edisi POPNAS dengan rincian 8 emas, 4 perak, dan 8 perunggu, menempatkan NTT di urutan ke-11 secara nasional, berdasarkan dokumen monev Kemendagri yang diperbarui 2025. Dari laporan yang sama, cabang atletik menyumbang 6 medali, masing-masing 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, sedangkan tinju menyumbang 3 medali perunggu. Laporan media lokal pada POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI, 2025, menyebut kontingen NTT meraih total 22 medali, terdiri dari 3 emas, 9 perak, dan 10 perunggu di dua ajang tersebut, menurut TribunFlores, 2025.
Apa peran atlet disabilitas NTT di ajang nasional?
Laporan evaluasi internal National Paralympic Committee NTT menggambarkan lompatan prestasi di Pekan Paralimpik Nasional XVII di Solo, 2024. Menurut laporan tersebut, kontingen NTT meraih 7 emas, 12 perak, dan 13 perunggu, sehingga menempati peringkat ke-14 dari 35 provinsi, berdasarkan dokumen monev NPC yang disusun 2026. Media lokal radio publik di Kupang mengutip Ketua NPC NTT yang menyatakan bahwa capaian 7 emas, 12 perak, dan 13 perunggu di ajang paralimpik terakhir menjadi bukti potensi besar atlet disabilitas NTT, menurut RRI Kupang, 2025.
Laporan TribunFlores, 2025, juga menampilkan dominasi cabang para-atletik pada PEPARPENAS XI, di mana atlet NTT meraih 2 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Bagaimana posisi sepak bola NTT di ajang resmi nasional?
Dalam PON, sepak bola belum menjadi sumber medali utama bagi NTT. Dokumen monev Kementerian Dalam Negeri tentang POPNAS mencatat bahwa pada salah satu edisi, cabang sepak bola tidak menyumbang medali bagi kontingen NTT, dengan kolom medali kosong untuk sepak bola, menurut laporan Kemendagri, 2025.
Di tingkat kompetisi nasional tingkat provinsi, ensiklopedia liga menyebut PSN Ngada sebagai juara Liga 3 Nusa Tenggara Timur 2023 dan itu adalah gelar ke-8 klub tersebut, menurut catatan Liga 3 NTT di Wikipedia yang diperbarui 2026. Keberhasilan klub-klub lokal di Liga 3 menjadi jalur utama pembinaan sepak bola NTT, sementara panggung medali di PON masih didominasi cabang lain.
Tren apa yang tampak dari data prestasi olahraga NTT?
Rangkuman angka dari PON, POPNAS, dan ajang paralimpik menunjukkan pola yang konsisten: NTT lebih kuat di cabang atletik, bela diri seperti kempo dan tinju, serta para-atletik untuk atlet disabilitas. Menurut e-book refleksi PON Papua, 2025, medali NTT tersebar di cabang yang menekankan daya tahan dan teknik individu, sementara data POPNAS dalam dokumen Kemendagri, 2025, memperlihatkan atletik sebagai penyumbang medali terbanyak di level pelajar. Laporan monev NPC, 2026, bersama liputan RRI Kupang, 2025, menekankan bahwa dukungan berkelanjutan pada atlet disabilitas dapat mempertahankan posisi NTT di papan tengah klasemen paralimpik nasional.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Olahraga
POPDA NTT 2025: 1.086 Atlet dan Tujuh Cabang yang Dipertandingkan
POPDA NTT 2025 diikuti kontingen dari berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur dan mempertandingkan tujuh cabang. Ajang ini diposisikan sebagai jenjang pe…
Terbaru di Olahraga

Berita utama hari ini

Baca juga





