Antrean BBM Masih Terjadi di Tiga SPBU Waingapu
Puluhan kendaraan masih mengantre di tiga SPBU Kota Waingapu pada 5 November 2026. Pasokan Pertalite dan Pertamax di SPBU Matawai habis sekitar pukul 16.00 WITA.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Waingapu — Antrean kendaraan roda dua dan roda empat masih terjadi di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, pada Kamis, 5 November 2026. Lokasinya berada di SPBU Matawai, SPBU Kambaniru, dan SPBU Kilo 2 Hambala.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan kendaraan mengantre sejak pagi hingga sore. Sebagian kendaraan bahkan sudah terparkir di area SPBU sejak malam. Antrean juga terjadi hampir setiap hari di tiga lokasi tersebut.
Menurut keterangan pegawai SPBU Matawai, Pertamina mengubah waktu pasokan. Sebelumnya, pasokan datang pada pukul 07.00–10.00 WITA. Dalam beberapa hari terakhir, pasokan datang pada pukul 04.30 WITA.
Pada Kamis itu, SPBU Matawai menerima 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax. Stok tersebut habis sekitar pukul 16.00 WITA. Di SPBU Kilo 2 Hambala, pasokan terdiri atas 16.000 liter Pertalite dan 16.000 liter solar.
Antrean BBM menghambat aktivitas warga Sumba Timur
Antrean panjang membuat warga harus menyediakan waktu lebih lama untuk memperoleh bahan bakar minyak. Kendaraan yang menunggu sejak pagi juga berpotensi memenuhi area sekitar SPBU dan mengganggu pergerakan di Kota Waingapu.
Situasi ini berlangsung setelah gangguan pasokan sebelumnya memengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah SPBU Waingapu. Antrean tetap terlihat di SPBU Matawai, Kambaniru, dan Kilo 2 Hambala meskipun jumlah pasokan telah dikembalikan.
Perubahan waktu kedatangan pasokan menjadi faktor yang perlu diperhatikan pengendara. Warga yang hendak mengisi BBM perlu mempertimbangkan antrean sejak dini hari hingga stok habis pada sore hari.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Sumba
Sebanyak 59 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tercatat di Sumba Timur
Dinas Sumba Timur mencatat 59 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga Oktober 2026. Pemerintah daerah mempercepat penanganan, perlindungan,…
Paling ramai di Sumba

Berita utama hari ini

Baca juga




