Hari Tanpa Hujan di Kabupaten Kupang Melampaui 40 Hari
Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang melaporkan hari tanpa hujan melampaui 40 hari hingga 31 Oktober 2026. Krisis air menekan rumah tangga, pertanian, dan peternakan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 1 menit baca
Kupang — Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang melaporkan hari tanpa hujan di sejumlah daerah telah melampaui 40 hari hingga 31 Oktober 2026. Kondisi ini menekan ketersediaan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, dan peternakan warga.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang, Elfrid V. Saneh, menyebut kekeringan bukan sekadar fenomena cuaca tahunan. Ia menilai krisis sumber air telah berlangsung berkepanjangan dan meluas. Pernyataan itu disampaikan di Kupang pada Senin, 2 November 2026.
Catatan serupa terdapat di Bakunase, Oepoi, dan Pasir Panjang, Kota Kupang, serta sejumlah lokasi di Kabupaten Lembata.
Krisis air mengancam kebutuhan warga di Kupang
Tekanan kekeringan berdampak langsung pada rumah tangga, lahan pertanian, dan peternakan. Kondisi ini membuat pemenuhan air bersih menjadi kebutuhan yang harus dipantau bersama pemerintah daerah dan warga.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebelumnya menyebut analisis BMKG pada dasarian pertama Oktober 2026 menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat.
Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang meminta krisis air ditempatkan sebagai prioritas pembangunan daerah melalui perencanaan dan penganggaran pencegahan jangka panjang. Forum tersebut juga mendorong perubahan pendekatan dari penanganan krisis menuju strategi adaptasi berkelanjutan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Kelangkaan Semen Hentikan Proyek Properti di Kota Kupang
Kelangkaan semen menghambat proyek properti di Kota Kupang pada 4 November 2026. Pengembang mengurangi pekerjaan, sementara tukang dan buruh ikut terd…
Paling ramai di Timor

Baca juga



