Warga Lamatuka Perbaiki Jalur Kritis Lerahinga–Banitobo
Warga etnis Lamatuka memperbaiki titik kritis jalur Lerahinga–Banitobo–Lamalela secara swadaya. Hingga 6 November 2026, sekitar 130 meter jalan telah ditangani.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Lewoleba — Warga etnis Lamatuka di Desa Banitobo, Kabupaten Lembata, bergotong royong memperbaiki sejumlah titik kritis pada jalur Lerahinga–Banitobo–Lamalela. Perbaikan swadaya itu berlangsung sejak Senin, 2 November 2026, untuk menjaga akses mobilitas warga menjelang musim penghujan.
Inisiatif tersebut muncul dari seorang putra daerah asal Kampung Lebelang Lamatuka, Desa Banitobo. Dukungan berupa alat berat dan mobil truk dipinjamkan untuk membantu menangani kerusakan di jalur yang menjadi penghubung sekaligus nadi perekonomian warga.
Hingga laporan diterbitkan pada 6 November 2026, pekerjaan di wilayah Desa Banitobo telah menangani jalan sepanjang kurang lebih 130 meter. Tidak ada target jumlah ruas atau titik yang ditetapkan. Warga memusatkan pekerjaan pada lokasi yang dinilai paling sulit dan berbahaya.
Pelaksanaan masih menghadapi kendala teknis alat berat di lapangan. Meski demikian, gotong royong tetap berjalan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat di sepanjang segmen Lerahinga, Banitobo, hingga Lamalela.
Akses Lembata bergantung pada jalur penghubung antardesa
Perbaikan ini penting bagi pembaca di Lembata karena kerusakan jalur dapat menghambat mobilitas warga dan kegiatan ekonomi, terutama ketika hujan turun. Jalur tersebut menghubungkan tiga wilayah desa dan digunakan masyarakat untuk bepergian serta mengangkut kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Banitobo Ignatius Lasar menyebut penanganan dilakukan atas kepedulian warga. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat menyampaikan bahwa pekerjaan itu ditujukan untuk mempermudah akses mobilitas warga.
Warga masih memprioritaskan titik-titik yang paling kritis. Laporan sumber tidak menyebutkan jadwal selesai atau rencana lanjutan setelah pekerjaan swadaya tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Pemda Lembata Koordinasikan Alternatif Penyeberangan Ende dan Kupang
Pemda Lembata berkoordinasi dengan Pelni dan ASDP untuk menyiapkan alternatif perjalanan dari Ende serta Kupang menuju Lembata dan Larantuka pada awal…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga




