Berapa Akomodasi Pariwisata di NTT dan Apa Arti Angkanya?
NTT memiliki 725 akomodasi pada 2024. Angka ini menunjukkan unit penyedia penginapan, bukan jumlah kamar, tamu, atau tingkat hunian hotel.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jumlah akomodasi di Nusa Tenggara Timur tercatat 725 unit pada 2024, menurut Dataset Sektoral NTT yang dikelola Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Angka itu menunjukkan kapasitas tempat menginap yang tersedia, tetapi tidak sama dengan jumlah kamar, tamu, atau tingkat hunian hotel.
Apa yang dihitung sebagai akomodasi?
Dataset pemerintah provinsi mendefinisikan jumlah akomodasi sebagai total berbagai jenis tempat yang menyediakan jasa penginapan atau tempat tinggal sementara. Karena itu, angka 725 unit tidak boleh dibaca sebagai jumlah hotel berbintang saja.
Data tersebut mencatat 725 akomodasi untuk tahun 2024 dan dirilis pada 6 Januari 2025, menurut Dataset Sektoral NTT. Satuan yang digunakan adalah akomodasi, bukan kamar atau tempat tidur.
Apakah 725 akomodasi berarti semua kamar terisi?
Tidak. Jumlah akomodasi mengukur unit penyedia penginapan, sedangkan tingkat penghunian kamar mengukur proporsi kamar yang terjual atau dihuni pada periode tertentu.
Sebagai pembanding, BPS NTT mencatat tingkat penghunian kamar hotel berbintang sebesar 50,95 persen pada Juli 2025. Pada bulan yang sama, jumlah tamu hotel berbintang mencapai 65.002 tamu dan rata-rata lama menginap 1,64 malam, menurut BPS NTT, 2025.
Bagaimana membaca angka kunjungan wisatawan?
Jumlah akomodasi juga tidak sama dengan jumlah perjalanan wisatawan. Dataset Satu Data NTT mencatat 1.368.021 orang sebagai jumlah kunjungan wisatawan nusantara menurut kabupaten atau kota pada 2025.
Definisi data itu adalah perjalanan penduduk Indonesia kurang dari enam bulan untuk tujuan wisata, menginap di akomodasi komersial, atau menempuh jarak sedikitnya 100 kilometer pulang-pergi, dengan pengecualian perjalanan untuk sekolah dan bekerja.
Mengapa perbedaannya penting bagi pariwisata NTT?
Ketiga angka tersebut menjawab pertanyaan berbeda: 725 akomodasi menggambarkan jumlah unit penyedia penginapan, 50,95 persen menggambarkan tingkat hunian hotel berbintang pada Juli 2025, dan 1.368.021 orang menggambarkan kunjungan wisatawan nusantara pada 2025.
Pemisahan definisi membantu membaca perkembangan pariwisata di Flores, Sumba, Timor, dan kepulauan NTT tanpa menyamakan kapasitas penginapan dengan permintaan wisatawan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Warga Diminta Menjauh dari Zona Bahaya
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali erupsi dan kolom abunya dilaporkan mencapai 500 meter. Status aktivitas gunung berada pada Level II…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga





