NTT Hari Ini

Rabu, 4 November 2026

Sumba Barat Terapkan Sistem Ganjil-Genap untuk Pembelian BBM Bersubsidi

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat memberlakukan sistem ganjil-genap pembelian BBM bersubsidi mulai 2 November 2026 dan mengusulkan tambahan kuota menjelang Natal.

Oleh

· 2 menit baca

Sumba Barat — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mulai menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi di wilayahnya pada 2 November 2026. Kendaraan dengan pelat nomor berakhiran angka genap mengisi BBM pada tanggal genap, sedangkan kendaraan berpelat nomor berakhiran angka ganjil mengisi pada tanggal ganjil, menurut RRI.

Mengapa ini penting: Mulai 2 November 2026, pembeli BBM bersubsidi di Sumba Barat harus mengikuti jadwal pelat nomor dan batas nilai pembelian yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kebijakan itu ditetapkan untuk menata distribusi BBM agar lebih merata dan tepat sasaran. Penerapannya merupakan tindak lanjut rekomendasi rapat koordinasi pada 27 Oktober 2026.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sumba Barat, Grace Weru Ora, mengatakan antrean pada 3 November mulai terkendali. Kendaraan dari luar daerah tetap dilayani, tetapi petugas menolak kendaraan yang dicurigai melakukan pengetapan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Aturan tersebut juga membatasi nilai pembelian. Kendaraan roda dua dapat membeli BBM hingga Rp50.000, kendaraan roda empat hingga Rp150.000, dan kendaraan roda enam hingga Rp300.000. Pembatasan ini disebut berlaku untuk mengendalikan pembelian berulang dan menjaga ketersediaan pasokan.

Pemerintah daerah menyebut antrean sebelumnya dipengaruhi keterbatasan kuota, kendaraan dari luar daerah, serta kendaraan yang diduga mengisi BBM berulang kali. Pemerintah bersama tim terpadu akan mengevaluasi penerapan sistem ganjil-genap secara berkala.

Selain menjalankan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mengusulkan tambahan kuota BBM kepada BPH Migas untuk menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Natal. RRI melaporkan realisasi kuota solar, Pertalite, dan minyak tanah di empat SPBU setempat telah mencapai sekitar 80 persen pada 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sumba

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.