Pemuda Wogo Apresiasi Pengembangan Geowisata Mataloko
Tokoh pemuda Kampung Wogo, Hans Bhagi, mengapresiasi pengembangan Geowisata Mataloko oleh PLN UIP Nusra. Kawasan ini ditargetkan rampung pada awal 2027.
Oleh Asyinta Sastra
· 1 menit baca
Ngada — Tokoh Pemuda Kampung Wogo, Hans Bhagi, mengapresiasi pengembangan kawasan Geowisata Mataloko di Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, pada 30 Oktober 2026. Kawasan ini dikembangkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui program PLN Peduli.
Geowisata Mataloko dirancang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis manifestasi panas bumi. Menurut Hans, pengembangan tersebut dapat memperkuat potensi pariwisata desa dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Dukungan PLN mencakup pembentukan Kelompok Sadar Wisata, pembangunan dan perbaikan fasilitas, serta pelatihan masyarakat. Kelompok itu disiapkan untuk mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Geowisata Mataloko membuka peluang ekonomi bagi Desa Wogo
Apresiasi pemuda Wogo menandai perhatian masyarakat terhadap pemanfaatan panas bumi di luar penyediaan energi listrik. Kawasan geowisata diharapkan memperkenalkan fenomena panas bumi sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga Desa Adat Wogo.
Pengembangan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas manfaat potensi panas bumi untuk pariwisata, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Laporan sebelumnya menyebut pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko berkaitan dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko berkapasitas 2x10 MW.
Kawasan Geowisata Mataloko telah memasuki tahap akhir pembangunan. RRI melaporkan penyelesaiannya ditargetkan pada awal 2027.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

NTT Dorong Camino de Flores Menjadi Ikon Wisata Religi Indonesia
Pemerintah NTT dan BPOLBF mendorong Camino de Flores menjadi ikon wisata religi Indonesia setelah etape tengah sepanjang sekitar 70 kilometer berakhir…
Berita utama hari ini

Baca juga


