NTT Hari Ini

Minggu, 1 November 2026

Mengenal Dua Taman Nasional Unggulan di Pulau Flores

Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat dan Taman Nasional Kelimutu di Ende menjadi dua destinasi konservasi utama Flores, dengan kekayaan hayati, budaya, dan ekosistem yang berbeda.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur.
Ilustrasi: Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. · Foto: YUS JULIADI / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Labuan Bajo — Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende menjadi dua taman nasional di Pulau Flores yang diulas sebagai destinasi unggulan. Ulasan Pos Kupang terbit pada 1 November 2026 dan membahas luas kawasan, biodiversitas, serta nilai budaya dan ekologis keduanya.

Taman Nasional Komodo memiliki luas 178.746,39 hektar. Kawasan ini mencakup sekitar 147 pulau, terdiri atas 5 pulau utama dan 142 pulau kecil. Komodo atau biawak komodo (Varanus komodoensis) menjadi satwa yang paling dikenal. Kawasan ini juga menjadi habitat kakatua-kecil jambul-kuning (Cacatua sulphurea).

Ekosistem laut Komodo disebut terkait dengan Segitiga Terumbu Karang Dunia. Pertemuan arus laut dalam yang kaya nutrisi mendukung kekayaan hayati bawah laut, termasuk ikan tropis, terumbu karang, mamalia laut, lumba-lumba, dan paus migrasi.

Taman Nasional Kelimutu berada di Kabupaten Ende dengan luas 5.356,50 hektare. Daya tarik utamanya adalah tiga danau kawah purba dengan warna air berbeda, yang dikenal sebagai danau tiga warna.

Kawasan Kelimutu memiliki hubungan erat dengan 21 komunitas adat. Masyarakat setempat meyakini Kelimutu sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur. Kawasan ini juga menjadi sumber dua daerah aliran sungai utama bagi Kabupaten Ende, yaitu DAS Loworea dan DAS Wolowona.

Dua taman nasional menjaga alam dan budaya Flores

Kelimutu merupakan habitat bagi 140 jenis tumbuhan berkayu, 36 jenis tumbuhan herba, 63 jenis burung, 14 jenis mamalia, dan 4 jenis reptilia. Ulasan tersebut juga menyebut dua flora endemik Kelimutu, yakni Uta onga (Begonia kelimutuensis) dan Turuwara (Rhododendron renschianum).

Bagi pembaca di Flores, informasi ini menunjukkan bahwa pariwisata di Manggarai Barat dan Ende bertumpu pada kawasan konservasi. Kunjungan wisata perlu berjalan bersama perlindungan habitat, penghormatan terhadap komunitas adat, dan pemeliharaan sumber air.

Dalam laporan lain, aktivitas wisata di Taman Nasional Komodo disebut tetap berjalan normal setelah gempa Flores, sementara Taman Nasional Kelimutu sempat ditutup untuk pemeriksaan keselamatan. Kelimutu kemudian dibuka kembali sejak 25 Agustus 2026 dengan pembatasan akses di sekitar Kawah I atau Tiwu Ata Polo karena retakan dan potensi longsor.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.