Mengenal Dua Taman Nasional Unggulan di Pulau Flores
Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat dan Taman Nasional Kelimutu di Ende menjadi dua destinasi konservasi utama Flores, dengan kekayaan hayati, budaya, dan ekosistem yang berbeda.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende menjadi dua taman nasional di Pulau Flores yang diulas sebagai destinasi unggulan. Ulasan Pos Kupang terbit pada 1 November 2026 dan membahas luas kawasan, biodiversitas, serta nilai budaya dan ekologis keduanya.
Taman Nasional Komodo memiliki luas 178.746,39 hektar. Kawasan ini mencakup sekitar 147 pulau, terdiri atas 5 pulau utama dan 142 pulau kecil. Komodo atau biawak komodo (Varanus komodoensis) menjadi satwa yang paling dikenal. Kawasan ini juga menjadi habitat kakatua-kecil jambul-kuning (Cacatua sulphurea).
Ekosistem laut Komodo disebut terkait dengan Segitiga Terumbu Karang Dunia. Pertemuan arus laut dalam yang kaya nutrisi mendukung kekayaan hayati bawah laut, termasuk ikan tropis, terumbu karang, mamalia laut, lumba-lumba, dan paus migrasi.
Taman Nasional Kelimutu berada di Kabupaten Ende dengan luas 5.356,50 hektare. Daya tarik utamanya adalah tiga danau kawah purba dengan warna air berbeda, yang dikenal sebagai danau tiga warna.
Kawasan Kelimutu memiliki hubungan erat dengan 21 komunitas adat. Masyarakat setempat meyakini Kelimutu sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur. Kawasan ini juga menjadi sumber dua daerah aliran sungai utama bagi Kabupaten Ende, yaitu DAS Loworea dan DAS Wolowona.
Dua taman nasional menjaga alam dan budaya Flores
Kelimutu merupakan habitat bagi 140 jenis tumbuhan berkayu, 36 jenis tumbuhan herba, 63 jenis burung, 14 jenis mamalia, dan 4 jenis reptilia. Ulasan tersebut juga menyebut dua flora endemik Kelimutu, yakni Uta onga (Begonia kelimutuensis) dan Turuwara (Rhododendron renschianum).
Bagi pembaca di Flores, informasi ini menunjukkan bahwa pariwisata di Manggarai Barat dan Ende bertumpu pada kawasan konservasi. Kunjungan wisata perlu berjalan bersama perlindungan habitat, penghormatan terhadap komunitas adat, dan pemeliharaan sumber air.
Dalam laporan lain, aktivitas wisata di Taman Nasional Komodo disebut tetap berjalan normal setelah gempa Flores, sementara Taman Nasional Kelimutu sempat ditutup untuk pemeriksaan keselamatan. Kelimutu kemudian dibuka kembali sejak 25 Agustus 2026 dengan pembatasan akses di sekitar Kawah I atau Tiwu Ata Polo karena retakan dan potensi longsor.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores
Bantuan Diserahkan kepada 16 Perwakilan Warga Terdampak Gempa di Manggarai Barat
Kapolda NTT menyerahkan bantuan kepada 16 perwakilan warga terdampak gempa di Manggarai Barat pada 29 Oktober 2026. Renovasi bangunan rusak dan bakti…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





