Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Warga Diminta Menjauh dari Zona Bahaya
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali erupsi dan kolom abunya dilaporkan mencapai 500 meter. Status aktivitas gunung berada pada Level II atau Waspada.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Lembata — Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali erupsi pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Laporan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok menyebut erupsi terjadi sekitar pukul 23.52 Wita dengan kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu, berintensitas tipis hingga sedang, dan condong ke arah utara.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi kurang lebih 34 detik. Erupsi juga disertai lontaran lava pijar. Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata masih berlangsung.
Status gunung berada pada Level II atau Waspada
Saat ini, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Larangan tersebut diperluas hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara. Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas dari sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menyebut lontaran lava pijar dapat menjangkau sekitar 500 meter dari kawah. Pemantauan aktivitas vulkanik menjadi dasar penetapan radius aman dan status kewaspadaan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pemkab Lembata Minta Bank NTT Perkuat Pembiayaan Usaha
Pemerintah Kabupaten Lembata mendorong Bank NTT memperluas pembiayaan UMKM dan usaha produktif. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi masya…
Terbaru di Bencana

Baca juga




