PLN Kembangkan Geowisata Panas Bumi Mataloko di Ngada
PLN mengembangkan kawasan geowisata berbasis panas bumi di Desa Wogo, Ngada. Pembangunan memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada awal 2027, disertai pelatihan warga serta persiapan pengelolaan lokal.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Desa Wogo — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara mengembangkan kawasan geowisata Mataloko di Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Pada 30 Oktober 2026, pembangunan kawasan itu dilaporkan memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada awal 2027.
Mengapa ini penting: Warga sekitar Mataloko menjadi pihak yang disiapkan untuk terlibat dalam pengelolaan geowisata, pelatihan, dan peluang ekonomi setelah kawasan rampung pada awal 2027.
Menurut RRI, kawasan tersebut dirancang sebagai destinasi edukasi berbasis manifestasi panas bumi. Pengembangannya diarahkan untuk memperkenalkan fenomena panas bumi, sekaligus memberi manfaat bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat.
PLN menjalankan pembangunan fasilitas dan perbaikan sarana melalui program PLN Peduli. Program itu mencakup pelatihan masyarakat, pembentukan Kelompok Sadar Wisata, serta penguatan kelembagaan untuk mendukung pengelolaan kawasan.
Pengembangan geowisata ini juga berkaitan dengan rencana PLTP Mataloko FTP-2 berkapasitas 2 x 10 megawatt. RRI melaporkan PLN telah menyelesaikan pembangunan empat wellpad, jalan akses sekitar delapan kilometer, dan area penempatan peralatan. PLN masih menyelesaikan kajian dampak lingkungan dan sosial, terutama terkait rencana pengambilan serta pemanfaatan air untuk pengeboran.
Prosesi adat bersama masyarakat adat Ngada sebelumnya menandai tahapan pengembangan kawasan tersebut. Menurut AntarNews.net, prosesi berlangsung pada 10 September 2026 di Desa Wogo. Pembayaran kompensasi kepada pihak yang berhak disebut telah diselesaikan pada 4 September 2026, sedangkan pekerjaan awal meliputi pematokan batas tanah dan pengecoran pondasi pagar.
Pengembangan kawasan itu merupakan tindak lanjut rekomendasi Satuan Tugas Geotermal yang dibentuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2025. RRI melaporkan rekomendasi tersebut mendorong pengelolaan manifestasi panas bumi Mataloko dengan memperhatikan lingkungan, keselamatan, dan manfaat bagi masyarakat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Festival Wolobobo 2026 di Ngada Libatkan 40 UMKM
Festival Wolobobo 2026 dibuka di Bajawa pada 22 Oktober dan melibatkan 40 UMKM. Pemerintah Ngada mengaitkannya dengan promosi budaya, produk lokal, da…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga





