NTT Hari Ini

Rabu, 14 Oktober 2026

BMKG Ingatkan Risiko Longsor di Lereng Nusa Tenggara Timur saat Kemarau

BMKG mengingatkan warga Nusa Tenggara Timur tetap mewaspadai longsor saat hujan lokal turun di tengah kemarau, terutama di lereng dengan tanah retak atau rentan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak dengan sedikit tunas rumput hijau.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak dengan sedikit tunas rumput hijau. · Foto: Fatih KÖRKÜ / Pexels

Ende — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan warga mewaspadai tanah longsor pada Senin, 12 Oktober 2026, meski Nusa Tenggara Timur masih mengalami kemarau panjang.

Mengapa ini penting: Warga yang tinggal di lereng dan perbukitan Nusa Tenggara Timur perlu mewaspadai pergerakan tanah saat hujan berintensitas tinggi turun secara lokal.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I NTT Rahmatullah Aji mengatakan hujan lokal tetap dapat terjadi pada musim kemarau karena kondisi atmosfer dan karakteristik geografis wilayah. Hujan berintensitas tinggi di lereng dengan tanah retak atau rentan dapat meningkatkan potensi pergerakan material.

Peringatan itu disampaikan Aji dalam siaran RRI Ende pada 12 Oktober 2026. Menurut RRI, risiko terutama perlu diperhatikan di kawasan perbukitan dan lereng yang menunjukkan keretakan tanah.

BMKG menyebut retakan yang melebar, rembesan air baru, dan pergerakan tanah sebagai tanda yang perlu diwaspadai. Warga di sekitar lereng yang memperlihatkan tanda pergerakan diminta menjauh ke lokasi yang lebih aman dan mengikuti arahan petugas setempat.

Dalam prakiraan cuaca untuk 13–19 Oktober 2026, BMKG menyatakan kekeringan belum berakhir, tetapi potensi hujan lebat masih ada di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG juga memprakirakan curah hujan pada dasarian Oktober 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian.

BMKG terus memperbarui informasi cuaca dan iklim berdasarkan kondisi atmosfer. Masyarakat dapat memantau prakiraan melalui aplikasi Info BMKG dan kanal informasi resmi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.