PMI Sikka Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Wolomotong
PMI Cabang Sikka menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga dua dusun di Desa Wolomotong pada 10 Oktober 2026 setelah sumber mata air mengering selama kemarau panjang.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Desa Wolomotong — Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sikka menyalurkan air bersih kepada warga Desa Wolomotong pada 10 Oktober 2026. Bantuan itu dibagikan kepada warga di dua dusun yang mengalami krisis air selama sekitar empat bulan.
Krisis terjadi setelah dua titik sumber mata air mengering akibat kemarau panjang. Warga kemudian mencari air hingga ke gunung dan sejumlah kali di sekitar desa.
Menurut laporan Pos Kupang, setiap dusun menerima 5.000 liter air. Air tersebut ditampung sebelum dibagikan kepada warga, dengan jatah 20 liter untuk setiap kepala keluarga.
Di Dusun Eha, terdapat 290 kepala keluarga yang menerima pembagian air. Warga mengatakan mereka masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih dan berharap distribusi dapat menjangkau seluruh rukun tetangga di desa.
Warga juga harus menunggu hingga dua jam untuk mendapat giliran mengambil air. Sebelum bantuan tiba, sebagian warga menanti tetesan air dari balik batu hingga larut malam.
Krisis air bersih turut terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Sikka. RRI melaporkan warga Desa Wolomotong yang mampu membeli air harus membayar sekitar Rp500 ribu untuk satu tangki, sedangkan warga lain mencari air di kali yang masih tersedia.
Distribusi bantuan
Selain PMI, Anggota DPD RI Angelius Wake Kako menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Wolomotong pada hari yang sama. Kepala Desa Wolomotong Sergius Sareng mengatakan kondisi paling parah telah berlangsung sekitar tiga bulan dan berdampak pada lebih dari 720 kepala keluarga di desa tersebut.
Menurut laporan Pos Kupang, pemerintah desa telah mengirim surat permohonan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, tetapi belum menerima balasan ketika bantuan dari PMI dan Angelius tiba.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
FCE 2026 di Kupang Catat 65.200 Kunjungan dan LoI Ekspor
FCE 2026 di Kupang mencatat 65.200 kunjungan dan penjualan UMKM Rp609.892.308. Business matching menghasilkan LoI ekspor sekitar Rp27 miliar per tahun…
Terbaru di Bencana

Baca juga




