NTT Hari Ini

Kamis, 1 Oktober 2026

BNPB Perbarui Progres Huntara Penyintas Gempa di Flores

Data BNPB per 28 September 2026 mencatat 110 huntara masih dibangun di Manggarai. Di Ngada, 272 huntara in situ masih dalam proses setelah 11 unit selesai.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Paddy fields near Ruteng, Flores Island, Indonesia.
Foto arsip: Paddy fields near Ruteng, Flores Island, Indonesia. · Foto: Josep M. Gracia / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Ruteng — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui progres pembangunan hunian sementara bagi penyintas gempa di Kabupaten Manggarai, Ngada, Sikka, dan Ende berdasarkan data sementara per 28 September 2026.

Di Kabupaten Manggarai, 110 unit huntara masih dalam pembangunan. Sebanyak 50 unit memiliki progres lebih dari 50 persen, sedangkan 60 unit lainnya berada di bawah 50 persen. BNPB mencatat empat unit telah selesai dibangun.

Di Kabupaten Ngada, enam huntara mandiri dan lima huntara in situ telah selesai. Sebanyak 272 huntara in situ lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Di Kabupaten Sikka, dua huntara telah selesai dibangun. Keduanya terdiri atas satu unit tipe keluarga dan satu unit tipe komunal dengan kapasitas lima hunian. Pembangunan 25 unit lainnya berlangsung secara paralel.

Informasi yang tersedia juga menyebut pembangunan huntara berlangsung bertahap di wilayah terdampak. Data untuk Kabupaten Ende disebut masih berkaitan dengan proses penanganan hunian, tetapi angka progresnya tidak dirinci dalam laporan yang digunakan.

Progres huntara penting untuk pemulihan penyintas Flores

Pembangunan huntara menjadi bagian dari penanganan pascagempa di Flores. Rincian per kabupaten diperlukan agar perkembangan pembangunan tidak dibaca sebagai capaian umum seluruh wilayah. Di Manggarai, jumlah unit yang masih dikerjakan dan pembagian progresnya menunjukkan pekerjaan belum selesai. Di Ngada, sebagian unit sudah selesai, sementara ratusan unit masih menunggu penyelesaian.

BNPB menyatakan huntara dibangun secara bertahap. Unit yang sudah selesai dapat digunakan, sedangkan pembangunan unit lain dipercepat sesuai proses di lapangan. Laporan yang tersedia tidak mencantumkan waktu penyelesaian akhir untuk seluruh unit di Manggarai, Ngada, Sikka, dan Ende.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.