Warga Terdampak Gempa Flores Masih Membutuhkan Layanan Kesehatan
Warga terdampak gempa Flores masih membutuhkan pemeriksaan rutin, obat-obatan, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, serta pendampingan psikologis untuk mengatasi kecemasan dan trauma.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Flores — Warga terdampak gempa Flores masih membutuhkan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, dan pendampingan untuk mengatasi trauma pada 30 September 2026. Kebutuhan itu disampaikan Marianus dalam wawancara dengan RRI.
Mengapa ini penting: Warga terdampak masih memerlukan pemeriksaan rutin, obat-obatan, layanan kesehatan dasar, dan pendampingan psikologis selama pemulihan pascagempa.
Menurut RRI, sebagian warga masih menghadapi ancaman gempa susulan dan tinggal di tempat yang belum sepenuhnya aman. Mereka meminta pemeriksaan kesehatan secara rutin serta ketersediaan obat dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Kebutuhan penanganan juga mencakup pengobatan penyakit dan cedera pascabencana serta dukungan psikologis bagi warga yang mengalami kecemasan dan trauma. RRI melaporkan bantuan medis dan pendampingan masyarakat perlu berlanjut selama kondisi warga dan fasilitas kesehatan dipulihkan.
Layanan kesehatan dan pemulihan psikologis
Kementerian Kesehatan sebelumnya mengirim 160 tenaga cadangan kesehatan tahap kedua ke wilayah terdampak gempa di Flores. Menurut laporan RRI, pengiriman itu berfokus pada penguatan layanan psikososial dan kesehatan mental di empat kabupaten Flores, pemantauan potensi penyakit pascabencana, serta penguatan layanan kesehatan dasar.
IDI NTT juga menyiapkan trauma healing bagi korban gempa. RRI melaporkan organisasi itu menggandeng Pramuka dan RSUD Johanes Kupang; kegiatan tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak di sejumlah wilayah terdampak.
Di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, JPIC OFM Indonesia memberikan pengobatan gratis dan pendampingan pemulihan trauma di sejumlah sekolah. Layanan itu menjangkau warga di Lengkosambi, Wangka, dan Rawangkalo, serta siswa di SDI 1 Pota, SDI Logo, dan SMPK Teratai.
RRI juga melaporkan relawan menemukan keluhan infeksi saluran pernapasan, hipertensi, luka fisik, gangguan tidur, kecemasan, dan trauma di sejumlah wilayah terdampak. Informasi itu disampaikan dalam laporan tentang perjalanan relawan ke desa-desa yang sulit dijangkau.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah Timor Mulai Musim Hujan pada Desember
BMKG memprakirakan 27 dari 28 zona musim di NTT mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026. TTS bagian tengah diperkirakan menjadi wilayah Timor ya…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga




