Ngada Masuk Transisi Pemulihan, 240 Pengungsi Masih di Riung
Ngada mengakhiri tanggap darurat gempa Flores dan memasuki transisi pemulihan hingga 16 Desember 2026. Sebanyak 240 pengungsi masih bertahan di Riung.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ngada — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengevaluasi penanganan gempa bumi Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang berdampak pada tujuh kabupaten. Per 28 September 2026, Kabupaten Ngada mengakhiri masa tanggap darurat dan memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan selama tiga bulan hingga 16 Desember 2026. Sebanyak 240 pengungsi masih berada di lokasi pengungsian terpusat di Kecamatan Riung.
Peralihan status tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngada Nomor 480. Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana mempercepat pembangunan hunian sementara dengan memanfaatkan material lokal, termasuk bambu dan kayu.
Masa transisi menentukan pemulihan warga Riung
Status baru ini penting bagi pembaca di Flores karena menandai perubahan fokus penanganan di Ngada. Pemerintah tidak lagi hanya menangani keadaan darurat, tetapi mulai menjalankan pemulihan bagi warga terdampak yang masih tinggal di pengungsian.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa tersebut berdampak pada tujuh kabupaten di Flores. Wilayah yang terdampak meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Hasil pemetaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan guncangan maksimum mencapai skala VII MMI di sejumlah wilayah terdampak. Riung di Kabupaten Ngada termasuk wilayah yang mengalami guncangan besar. Gempa tersebut juga disertai aktivitas susulan yang menjadi pertimbangan dalam penanganan pascabencana.
Di Ngada, kebutuhan utama setelah berakhirnya tanggap darurat adalah memastikan hunian sementara dan layanan dasar bagi pengungsi. Pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih mengarahkan pembangunan hunian sementara agar warga dapat meninggalkan lokasi pengungsian terpusat secara bertahap.
Masa transisi darurat menuju pemulihan berlangsung selama tiga bulan hingga 16 Desember 2026. Selama periode itu, penanganan berlanjut pada pemulihan masyarakat dan pembangunan tempat tinggal sementara di wilayah terdampak.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah Timor Mulai Musim Hujan pada Desember
BMKG memprakirakan 27 dari 28 zona musim di NTT mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026. TTS bagian tengah diperkirakan menjadi wilayah Timor ya…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga




