PLN Periksa Bay Line Bajo #2 di Gardu Induk Ruteng
PLN memeriksa Bay Line Bajo #2 di GI Ruteng pada 28 September 2026. Pengujian mencakup peralatan utama dan sistem proteksi untuk menjaga keandalan listrik setelah gempa Flores.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ruteng — PT PLN (Persero) melalui Tim Pemeliharaan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Bagian Barat melakukan assessment menyeluruh pada Bay Line Bajo #2 di Gardu Induk (GI) Ruteng, Senin, 28 September 2026. Kegiatan itu berlangsung di bawah koordinasi PLN Unit Pelaksana Transmisi dan Gardu Induk (UPT) Kupang setelah gempa Flores.
Pemeriksaan ditujukan untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan dan mengantisipasi gangguan tersembunyi akibat getaran gempa. Tim tidak hanya memeriksa kondisi instalasi secara visual, tetapi juga menguji fungsi dan karakteristik peralatan sesuai standar operasional.
Keandalan GI Ruteng penting bagi pasokan listrik Flores Barat
GI Ruteng termasuk titik yang diperiksa dalam upaya menjaga pasokan listrik di wilayah Flores Barat. Pemeriksaan pada Bay Line Bajo #2 mencakup sejumlah peralatan utama dan sistem proteksi yang mendukung pengoperasian jaringan.
Rangkaian pekerjaan diawali dengan safety briefing serta pencatatan parameter arus dan tegangan awal. Tim kemudian melakukan pembebasan tegangan, inspeksi instalasi, dan pemasangan grounding untuk memastikan area kerja aman.
Setelah itu, petugas menguji Pemutus Tenaga (PMT), Lightning Arrester (LA), Current Transformer (CT), Disconnecting Switch (DS), Capacitive Voltage Transformer (CVT), dan sistem proteksi. Tahapan akhir meliputi pemeriksaan ulang, pembersihan area, serta penormalan sistem secara bertahap.
Setelah tegangan kembali diberikan, parameter arus dan tegangan dicatat ulang untuk memastikan sistem beroperasi optimal. Kegiatan ditutup dengan evaluasi kerja sesuai prosedur standar operasi PLN.
Manager ULTG Flores Barat Reza Bagus Nugrahardiyono menyatakan assessment dilakukan dengan pengujian fungsi setiap komponen. PLN UPT Kupang menyebut langkah proaktif tersebut untuk menjaga sistem kelistrikan Flores tetap andal, aman, dan siap menopang aktivitas masyarakat setelah bencana.
Laporan RRI mencatat asesmen menyeluruh di seluruh GI Pulau Flores sebelumnya diselesaikan pada 17–24 Agustus 2026. Tim Flores Bagian Barat memeriksa GI Rangko, GI Labuan Bajo, GI Ruteng, GI Ulumbu, GI Borong, dan GI Bajawa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Nagekeo dan Ngada Akhiri Tanggap Darurat Gempa Flores
Nagekeo dan Ngada mengakhiri tanggap darurat gempa Flores dan beralih ke masa transisi pemulihan. Ngada menjalani transisi hingga 16 Desember 2026.
Terbaru di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga





