NTT Hari Ini

Kamis, 24 September 2026

DPRD dan Pemprov NTT Sepakati Perubahan APBD 2026

Pemprov dan DPRD NTT menyepakati Perubahan APBD 2026 di Kupang pada 21 September. Pendapatan dan belanja ditetapkan dengan defisit yang ditutup melalui pembiayaan neto.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan seseorang memegang pena dan menekan tombol kalkulator di atas meja kerja.
Ilustrasi: Tangan seseorang memegang pena dan menekan tombol kalkulator di atas meja kerja. · Foto: PNW Production / Pexels

Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di Kupang pada Senin, 21 September 2026.

Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp4.991.894.822.215. Nilai itu turun Rp560.456.206.159 dari rencana awal sebesar Rp5.552.331.028.394.

Belanja daerah ditetapkan sebesar Rp5.040.409.056.573. Angka tersebut berkurang Rp273.492.404.873 dari rencana awal sebesar Rp5.313.851.461.410.

Defisit ditutup melalui pembiayaan neto

Perbandingan pendapatan dan belanja menghasilkan defisit sebesar Rp48.534.234.358. Defisit itu ditutup melalui pembiayaan neto dengan nilai yang sama.

Setelah memperhitungkan defisit dan pembiayaan neto, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun berkenaan tercatat sebesar Rp0.

Persetujuan bersama tersebut menjadi dasar penetapan Ranperda menjadi Peraturan Daerah. Laporan yang tersedia menyebut keputusan itu diambil dalam rapat paripurna DPRD Nusa Tenggara Timur di Kupang.

Mengapa penting bagi pembaca

Perubahan angka pendapatan dan belanja menjadi rujukan untuk membaca kapasitas belanja pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026. Bagi warga di kabupaten dan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, keputusan ini berkaitan dengan arah penggunaan anggaran provinsi.

Angka resmi dalam persetujuan bersama juga menunjukkan bahwa selisih antara pendapatan dan belanja tidak dibiarkan terbuka. Pemerintah daerah mencatat defisit dan menutupnya melalui pembiayaan neto sebesar Rp48.534.234.358.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Timor

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.