Empat WNI Asal Kabupaten Kupang Dipulangkan dari Oecusse
Empat warga negara Indonesia asal Oepoli, Kabupaten Kupang, dipulangkan dari Oecusse melalui PLBN Napan pada 14 Oktober 2026 setelah ditangkap karena diduga masuk lewat jalur tidak resmi.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
PLBN Napan — Empat warga negara Indonesia asal Oepoli, Kabupaten Kupang, dipulangkan dari Oecusse, Timor-Leste, melalui PLBN Napan pada 14 Oktober 2026 setelah ditangkap aparat setempat karena diduga masuk melalui jalur tidak resmi.
Mengapa ini penting: Empat warga Oepoli telah dipulangkan ke Kabupaten Kupang setelah ditangkap di Oecusse dan diproses oleh otoritas Timor-Leste.
Otoritas Imigrasi Oecusse menyerahkan mereka kepada petugas Imigrasi Indonesia sekitar pukul 10.30 WITA. Penyerahan berlangsung di PLBN Napan dan melibatkan Komandan Kepolisian Investigasi Distrik Oecusse serta Konsulat Indonesia di Oecusse, menurut laporan iNewsTTU.
Keempat warga itu kemudian dipulangkan ke Oepoli, Kabupaten Kupang. Tribun Flores melaporkan bahwa mereka masing-masing berinisial SM, JE, FAB, dan AB.
Menurut laporan tersebut, keempatnya diduga melintasi perbatasan melalui patok 100 di wilayah Oepoli menuju Oecusse. Mereka diduga menyeberang untuk mengambil sekitar 100 bal pakaian bekas setelah menerima bayaran dari seorang pengusaha.
Keempat warga itu ditangkap aparat kepolisian Timor-Leste pada Jumat malam sebelum pemulangan dan sempat ditahan selama 72 jam sebelum menjalani proses deportasi.
Pemulangan melalui PLBN Napan
Penyerahan warga negara Indonesia dilakukan setelah Imigrasi Timor-Leste menyelesaikan proses deportasi. Supervisor Imigrasi Napan, Francisco D.S. Carlos, membenarkan penerimaan empat WNI tersebut, menurut iNewsTTU.
Kasus ini menunjukkan bahwa pemulangan warga dari Oecusse dapat dilakukan melalui PLBN Napan setelah mereka diserahkan oleh otoritas Timor-Leste kepada petugas Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
Plat Kupang: arti kode DH, wilayahnya, dan cara membacanya
Plat Kupang biasanya merujuk ke kode kendaraan DH yang dipakai di Kupang dan wilayah Pulau Timor, dengan huruf belakang untuk membedakan subwilayah.
Paling ramai di Timor

Berita utama hari ini

Baca juga





