NTT Hari Ini

Sabtu, 3 Oktober 2026

Hama Menyerang Sekitar 30 Hektare Lahan Pertanian di Belu

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu menangani serangan hama pada sekitar 30 hektare lahan hortikultura dan padi di Manleten Barat, Kecamatan Tasifeto Timur.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kumbang merah kecil bertengger di atas daun hijau yang berlubang-lubang dimakan hama.
Ilustrasi: Kumbang merah kecil bertengger di atas daun hijau yang berlubang-lubang dimakan hama. · Foto: Yhel Esed / Pexels

Manleten Barat — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu menangani serangan hama pada sekitar 30 hektare lahan pertanian di Manleten Barat dan wilayah sekitarnya, Kecamatan Tasifeto Timur, pada 30 September 2026.

Mengapa ini penting: Serangan tersebut memengaruhi sekitar 30 hektare lahan hortikultura dan padi, sehingga petani di wilayah terdampak mendapat pemantauan dan rekomendasi penanganan dari dinas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu Silvi C. Do Amaral mengatakan serangan itu berdampak pada tanaman hortikultura dan padi. Data tersebut berasal dari peninjauan lapangan serta laporan penyuluh pertanian lapangan dari tingkat desa hingga kecamatan.

Menurut Silvi, serangan didominasi hama putih dan gulma. Dinas menginstruksikan penyuluh pertanian lapangan dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan untuk memantau wilayah terdampak secara rutin.

Petugas juga memberikan edukasi tentang penggunaan pestisida yang tepat sasaran. Dinas menyarankan petani melakukan rotasi tanaman untuk memutus rantai penyebaran hama.

Silvi meminta petani menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi musim dan ketersediaan air. Untuk padi, petani dianjurkan memilih varietas berumur genjah agar dapat dipanen dalam waktu lebih singkat.

Dinas mengimbau petani melaporkan serangan melalui penyuluh pertanian lapangan di wilayah masing-masing atau langsung kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu. Laporan itu menjadi dasar pemantauan serta pemberian penanganan dan rekomendasi sesuai kondisi tanaman.

Dinas juga menyatakan ketersediaan pupuk untuk kebutuhan petani di Belu masih aman hingga Desember 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.