NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Fenomena Laut Dingin Alor Kecil Dorong UMKM dan Festival ALaDin

Fenomena air laut dingin di Desa Alor Kecil, Kabupaten Alor, muncul bertepatan dengan Festival ALaDin 2026 dan menarik wisatawan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pantai Maimol Alor Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pantai Maimol Alor Nusa Tenggara Timur. · Foto: Sims8899 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Alor — Fenomena air laut dingin di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, kembali menjadi sorotan setelah kemunculannya bertepatan dengan pelaksanaan Festival Air Laut Dingin (ALaDin) 2026 pada 12–14 September 2026.

Pada saat fenomena terjadi, suhu permukaan laut di Selat Mulut Kumbang yang memisahkan Desa Alor Kecil dan Pulau Kepa turun drastis dari kisaran suhu tropis normal hingga mendekati 12–15 derajat Celsius dalam waktu sekitar satu jam.

Menurut laporan lembaga penyiaran publik, penurunan suhu yang cepat membuat ikan-ikan muncul ke permukaan dan menarik wisatawan untuk datang menyaksikan langsung peristiwa yang dikenal sebagai Extreme Upwelling Event ini.

Kepala Desa Alor Kecil Asywad Kossah menjelaskan, fenomena air laut dingin membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kunjungan wisatawan, mulai dari penjualan tenun ikat dan kerajinan hingga kuliner lokal.

Data utama

  • Lokasi: Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, di sepanjang Selat Mulut Kumbang.
  • Periode kemunculan: Umumnya pada bulan Agustus hingga November, mengikuti pola pasang purnama dan arus laut musiman.
  • Penurunan suhu: Dari sekitar 28 derajat Celsius menuju kisaran 12–15 derajat Celsius.
  • Durasi perubahan: Sekitar satu hingga dua jam dalam satu kejadian.
  • Daya tarik: Ikan muncul ke permukaan, air laut terasa sangat dingin di kawasan tropis, dan pada beberapa kejadian dilaporkan memicu kemunculan lumba-lumba.

Peluang bagi usaha warga

Menurut Asywad Kossah, informasi mengenai pola kemunculan air laut dingin membantu masyarakat menyiapkan usaha lebih awal sebelum puncak kedatangan wisatawan selama Festival ALaDin dan periode Agustus–November.

Pemerintah desa mendorong warga memanfaatkan momentum ini dengan menyediakan produk tenun ikat, kerajinan tangan, dan aneka kuliner yang dapat ditawarkan kepada pengunjung.

Selain penjualan barang, warga mulai mengembangkan jasa homestay dan warung makan kecil di sekitar lokasi pengamatan fenomena air laut dingin.

Upaya ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi rumah tangga di Alor Kecil.

Universitas Tribuana Kalabahi (Untrib) dan Universitas Diponegoro (Undip) terlibat dalam riset dan pemantauan fenomena air laut dingin, termasuk pengembangan sistem pemantauan dan peramalan yang membantu memperkirakan waktu kejadian.

Menurut penjelasan Undip, fenomena ini merupakan naiknya massa air laut dalam yang bersuhu sangat rendah ke permukaan dan berlangsung dalam waktu relatif singkat dengan penurunan suhu yang ekstrem.

Pemerintah desa berharap pengembangan air laut dingin sebagai objek wisata berbasis sains dan budaya dapat terus memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah.

Manfaat ekonomi dan riset ilmiah

Fenomena air laut dingin di Alor Kecil telah menarik perhatian peneliti oseanografi dan biologi laut.

Penelitian yang melibatkan Undip, Untrib, dan lembaga riset nasional menunjukkan penurunan suhu yang jauh lebih besar dibandingkan upwelling biasa di daerah tropis, serta kaitannya dengan perilaku mamalia laut dan dinamika arus di Selat Mulut Kumbang.

Menurut akademisi dan pemerintah daerah, riset tersebut menjadi dasar pengembangan Festival ALaDin sebagai kegiatan pariwisata berbasis sains yang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Meskipun belum tersedia data rinci mengenai jumlah wisatawan dan besaran peningkatan omzet UMKM, pemerintah desa dan perguruan tinggi mitra menempatkan fenomena air laut dingin sebagai salah satu ikon wisata Alor Kecil.

Seiring penguatan riset dan sistem pemantauan, warga berharap pengembangan pariwisata air laut dingin dapat berlangsung teratur dengan tetap memperhatikan keselamatan pengunjung dan kelestarian lingkungan laut di sekitar Selat Mulut Kumbang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.