NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

HPI NTT: Destinasi Flores Kembali Dibuka Pascagempa

Aktivitas pariwisata di Flores kembali dibuka setelah masa tanggap darurat gempa bumi M7,7 berakhir.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Aktivitas pariwisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali dibuka secara luas setelah masa tanggap darurat gempa bumi berakhir. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT, Victor Pance, menyatakan pada Senin, 14 September 2026, bahwa seluruh destinasi wisata di Flores telah kembali menerima pengunjung seiring pencabutan status darurat bencana.

Sebelumnya, menurut Victor dalam wawancara dengan RRI Kupang, sejumlah destinasi wisata di Flores sempat ditutup sementara untuk memastikan keamanan wisatawan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Ia menjelaskan, penutupan tidak berlaku untuk Taman Nasional Komodo yang tetap beroperasi secara normal dan tetap melayani kunjungan wisatawan selama masa tanggap darurat.

Pembukaan kembali destinasi wisata menandai tahap awal pemulihan sektor pariwisata Flores setelah penurunan kunjungan dan pembatalan paket perjalanan akibat gempa dan rangkaian gempa susulan. Victor menuturkan, wisatawan sempat mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan sebelum memutuskan membatalkan perjalanan ke Flores.

Kondisi Labuan Bajo dan destinasi unggulan

Tayangan Metro TV pada Kamis, 3 September 2026, melaporkan bahwa aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, telah kembali normal setelah terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sejumlah destinasi wisata di Labuan Bajo, termasuk Taman Nasional Komodo, Puncak Waringin, dan Pulau Kelor, kembali dibuka dan mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan aktivitas pariwisata, termasuk pelayaran yang mengangkut wisatawan menuju kawasan Taman Nasional Komodo, telah berjalan normal. BPOLBF sebelumnya juga menyatakan bahwa tidak ada destinasi yang dibuka sebelum dinyatakan aman, dan wisatawan dapat memperoleh informasi kondisi destinasi serta aktivitas pariwisata melalui hotline resmi lembaga tersebut.

Menurut Victor Pance, destinasi unggulan di Flores tidak mengalami kerusakan fisik berat pada bangunan wisata akibat gempa. Namun, ia mengakui pemulihan menghadapi tantangan berupa kepanikan dan trauma masyarakat di sejumlah destinasi, serta kebutuhan peningkatan kesiapan sumber daya manusia pariwisata.

Data utama: Gempa utama M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dengan episenter di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dan sempat memicu peringatan dini tsunami, termasuk gelombang tercatat di Labuan Bajo. HPI NTT menyatakan seluruh destinasi wisata di Flores kembali dibuka pada 14 September 2026. Laporan Metro TV dan BPOLBF menyebut pariwisata Labuan Bajo, termasuk Taman Nasional Komodo, Puncak Waringin, dan Pulau Kelor, telah beroperasi normal dan kembali menerima wisatawan.

Pemulihan dan mitigasi bencana

HPI NTT menilai pemulihan pariwisata Flores tidak hanya bergantung pada pembukaan kembali destinasi, tetapi juga pada kerja sama pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk menyusun langkah pemulihan yang berkelanjutan. Menurut Victor, pelatihan mitigasi bencana bagi masyarakat dan pemandu wisata penting untuk memperkuat pengetahuan mereka dalam menghadapi situasi kedaruratan di kawasan wisata.

RRI Kupang mencatat bahwa trauma akibat gempa dan gempa susulan masih dirasakan oleh warga di sejumlah destinasi, sehingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata dinilai perlu berjalan seiring dengan pemulihan fisik dan pembukaan kembali objek wisata. BPOLBF menegaskan bahwa keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan terkait pembukaan maupun penutupan destinasi pascagempa.

Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Flores dan Labuan Bajo, informasi dari HPI NTT dan BPOLBF menunjukkan bahwa destinasi utama di Labuan Bajo serta berbagai desa wisata di Flores telah kembali beroperasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Wisatawan diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan kanal resmi BPOLBF untuk memperoleh pembaruan mengenai kondisi destinasi dan akses transportasi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.