NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Kapal Pesiar Singgah Sehari di Ende, Akses Wisata Disorot

Kapal pesiar kembali singgah di Ende pada Senin, 14 September 2026, dengan wisatawan mancanegara berkunjung ke Kelimutu dan Kampung Adat Wologai dalam kunjungan sehari.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

EndeKapal pesiar kembali singgah di Ende pada Senin, 14 September 2026, membawa rombongan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Taman Nasional Kelimutu dan Kampung Adat Wologai dalam kunjungan sehari sebelum melanjutkan pelayaran.

Menurut laporan radio publik RRI, kapal tiba di Ende sekitar pukul 07.00 WITA dan rombongan menjalani rangkaian kunjungan hingga sekitar pukul 17.00 WITA. Dalam rentang waktu tersebut, wisatawan menyusuri rute darat menuju Kelimutu dan Wologai.

Masih menurut RRI, rombongan tidak hanya singgah di dua destinasi utama tersebut. Wisatawan berhenti di kawasan Susteran Detusoko untuk menggunakan fasilitas sanitasi, lalu melanjutkan perjalanan ke Ecolodge Moni untuk makan siang sebelum kembali ke kapal pada sore hari.

Tour guide sekaligus anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Ende, Ferdinand Radawara, menyatakan bahwa kunjungan kapal pesiar ke Ende sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Ia menyebut kunjungan rutin kapal pesiar mulai tercatat sekitar 2010 dengan rata-rata dua kali kunjungan per tahun melalui berbagai agen perjalanan.

Dalam kunjungan terbaru ini, Ferdinand menjelaskan bahwa persinggahan kapal pesiar kembali menegaskan posisi Ende sebagai salah satu titik rute wisata di Nusa Tenggara Timur. Momentum tersebut memberi ruang bagi pelaku pariwisata lokal untuk menawarkan paket perjalanan ke destinasi alam dan budaya yang dapat dijangkau dalam waktu singkat.

Wisatawan mancanegara dan pola kunjungan

RRI melaporkan wisatawan yang datang didominasi turis asal Australia. Selain itu, terdapat wisatawan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan sejumlah negara lain yang ikut dalam rombongan.

Pola kunjungan menunjukkan bahwa Taman Nasional Kelimutu dan Kampung Adat Wologai menjadi tujuan utama wisatawan. Dalam waktu sekitar satu hari, rombongan mengombinasikan pengalaman melihat danau tiga warna Kelimutu dengan kunjungan ke kampung adat yang mempertahankan arsitektur tradisional dan ritual budaya.

Data pokok kunjungan yang tercatat dalam laporan RRI antara lain:

  • Waktu singgah di Ende sekitar pukul 07.00–17.00 WITA pada Senin, 14 September 2026.
  • Durasi eksplorasi destinasi sekitar satu hari penuh.
  • Frekuensi historis kunjungan kapal pesiar rata-rata dua kali per tahun sejak sekitar 2010, menurut Ferdinand Radawara.
  • Destinasi utama rombongan adalah Taman Nasional Kelimutu dan Kampung Adat Wologai, dengan pemberhentian di Susteran Detusoko dan makan siang di Ecolodge Moni.

Pola singgah yang padat membuat pengelolaan waktu dan mobilitas rombongan menjadi faktor penting. Wisatawan harus dapat berpindah dari satu titik ke titik lain, memperoleh layanan dasar, dan kembali ke kapal tepat waktu sesuai jadwal pelayaran yang telah disusun agen.

Aksesibilitas dan amenitas jadi sorotan

Ferdinand menilai peningkatan aksesibilitas dan amenitas menjadi kebutuhan penting bagi Ende untuk melayani pasar kapal pesiar. Ia menekankan pentingnya perbaikan fasilitas dasar di jalur dan destinasi yang dilewati rombongan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih nyaman.

Penekanan pada akses dan fasilitas sejalan dengan kajian akademik tentang pengembangan destinasi bahari di Kabupaten Ende. Sebuah studi yang terbit di jurnal perguruan tinggi menyoroti perlunya pengembangan sarana pelabuhan laut, peningkatan kemampuan Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman, serta dukungan infrastruktur jalan yang menghubungkan destinasi wisata, termasuk agar kapal pesiar berukuran besar dapat bersandar dan wisatawan lebih mudah mencapai lokasi wisata.

Dalam konteks kunjungan kapal pesiar terbaru, kebutuhan penguatan akses dan amenitas muncul dari pengalaman lapangan yang dilaporkan guide lokal. Persinggahan singkat dinilai membuka peluang ekonomi bagi pelaku pariwisata dan masyarakat di sekitar Kelimutu, Wologai, dan titik singgah lain, tetapi pemanfaatannya bergantung pada kesiapan transportasi, sanitasi, dan layanan pendukung di sepanjang rute.

Studi tersebut menekankan bahwa dukungan infrastruktur yang baik akan mempermudah masuknya wisatawan ke kawasan wisata bahari di Ende dan membantu pemerintah serta masyarakat mengelola potensi pariwisata secara berkelanjutan. Bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah, kehadiran kapal pesiar pada 14 September 2026 menjadi pengingat bahwa perbaikan akses dan amenitas bukan hanya kebutuhan lokal, tetapi juga prasyarat untuk mempertahankan dan memperluas pasar wisata mancanegara.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.