Generasi Muda Didorong Menjadi Petani Nusa Tenggara Timur
Dosen Universitas Nusa Cendana mendorong keluarga, kampus, dan pemerintah menarik generasi muda ke sektor pertanian. Rata-rata usia petani disebut di atas 50 tahun.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Generasi muda didorong menjadi penerus petani di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 23 September 2026. Dorongan ini disampaikan Dr. Ir. Roddialek Pollo, M.Si., dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang.
Menurut Roddialek, regenerasi petani merupakan tantangan penting bagi keberlanjutan pertanian dan kedaulatan pangan Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut usia petani saat ini rata-rata sudah di atas 50 tahun. Kondisi tersebut membuat keberlanjutan tenaga pengelola pertanian perlu segera dipersiapkan.
Roddialek mendorong keluarga, perguruan tinggi, dan pemerintah bekerja bersama untuk menarik generasi muda kembali mengembangkan pertanian di daerah. Keluarga diharapkan mengarahkan anak-anak untuk menempuh pendidikan pertanian agar memahami tantangan, potensi, dan peluang sektor tersebut.
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, serta kuliah kerja nyata tematik di daerah. Lulusan pertanian juga didorong kembali ke daerah masing-masing, bukan hanya mencari pekerjaan di Kupang.
Regenerasi petani menentukan pangan Nusa Tenggara Timur
Roddialek menilai pertanian perlu memiliki nilai ekonomi yang memadai agar menjadi pilihan bagi generasi muda, termasuk generasi Z. Kebijakan pemerintah, pendidikan pertanian, dan penguatan ekonomi masyarakat desa perlu berjalan terpadu.
Menurutnya, penurunan produksi pertanian dalam negeri yang berlangsung berkelanjutan dapat meningkatkan ketergantungan pangan dari negara lain. Karena itu, petani muda diperlukan bukan hanya untuk menggantikan petani yang menua, tetapi juga untuk menjaga sektor pertanian sebagai bidang ekonomi masa depan.
Kolaborasi keluarga, perguruan tinggi, dan pemerintah diharapkan membuat generasi muda melihat pertanian sebagai sektor strategis bagi masa depan pangan Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur di Indonesia
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026-2027 mundur di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia. El Niño sangat kuat dan IOD mengurangi curah hujan…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





