NTT Hari Ini

Rabu, 23 September 2026

Generasi Muda Didorong Menjadi Petani Nusa Tenggara Timur

Dosen Universitas Nusa Cendana mendorong keluarga, kampus, dan pemerintah menarik generasi muda ke sektor pertanian. Rata-rata usia petani disebut di atas 50 tahun.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bibit tanaman hijau tumbuh dalam wadah semai dengan label penanda di pembibitan.
Ilustrasi: Bibit tanaman hijau tumbuh dalam wadah semai dengan label penanda di pembibitan. · Foto: Jordan Rushton / Pexels

Kupang — Generasi muda didorong menjadi penerus petani di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 23 September 2026. Dorongan ini disampaikan Dr. Ir. Roddialek Pollo, M.Si., dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang.

Menurut Roddialek, regenerasi petani merupakan tantangan penting bagi keberlanjutan pertanian dan kedaulatan pangan Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut usia petani saat ini rata-rata sudah di atas 50 tahun. Kondisi tersebut membuat keberlanjutan tenaga pengelola pertanian perlu segera dipersiapkan.

Roddialek mendorong keluarga, perguruan tinggi, dan pemerintah bekerja bersama untuk menarik generasi muda kembali mengembangkan pertanian di daerah. Keluarga diharapkan mengarahkan anak-anak untuk menempuh pendidikan pertanian agar memahami tantangan, potensi, dan peluang sektor tersebut.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, serta kuliah kerja nyata tematik di daerah. Lulusan pertanian juga didorong kembali ke daerah masing-masing, bukan hanya mencari pekerjaan di Kupang.

Regenerasi petani menentukan pangan Nusa Tenggara Timur

Roddialek menilai pertanian perlu memiliki nilai ekonomi yang memadai agar menjadi pilihan bagi generasi muda, termasuk generasi Z. Kebijakan pemerintah, pendidikan pertanian, dan penguatan ekonomi masyarakat desa perlu berjalan terpadu.

Menurutnya, penurunan produksi pertanian dalam negeri yang berlangsung berkelanjutan dapat meningkatkan ketergantungan pangan dari negara lain. Karena itu, petani muda diperlukan bukan hanya untuk menggantikan petani yang menua, tetapi juga untuk menjaga sektor pertanian sebagai bidang ekonomi masa depan.

Kolaborasi keluarga, perguruan tinggi, dan pemerintah diharapkan membuat generasi muda melihat pertanian sebagai sektor strategis bagi masa depan pangan Nusa Tenggara Timur.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.