Generation Ready Perkuat Kesiapsiagaan Sekolah di Sumba Barat Daya
Program Generation Ready memperkuat prosedur tetap dan simulasi evakuasi di sekolah dasar pesisir Sumba Barat Daya pada rangkaian kegiatan hingga minggu pertama November 2026.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Tambolaka — Pada 1 November 2026, Program Generation Ready memasuki rangkaian kegiatan hingga minggu pertama November untuk memperkuat kapasitas sekolah di Sumba setelah gempa awal Oktober. Save the Children Indonesia bersama Yayasan CIS Timor Indonesia melaksanakan pengembangan prosedur tetap dan simulasi evakuasi mandiri di sekolah dasar pesisir dampingan program di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kegiatan berlangsung sejak minggu keempat Oktober hingga minggu pertama November 2026. Program ini merespons gempa yang mengguncang Sumba Barat Daya pada awal Oktober 2026. Pelaksana kegiatan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya dan mendapat dukungan Pemerintah Australia melalui Australian NGO Cooperation Program.
Pada tahap awal, fasilitator bersama BPBD dan Tim Siaga Bencana Sekolah menyegarkan pengetahuan kebencanaan. Mereka meninjau kesiapsiagaan yang sudah dibangun, lalu menyusun dan memperbarui Prosedur Tetap serta skenario evakuasi gempa bumi berpotensi tsunami.
Kesiapsiagaan sekolah perlu latihan berulang
Program ini penting bagi pembaca di Sumba karena sekolah berada di antara fasilitas yang terdampak gempa. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan 43 fasilitas pendidikan di Sumba Barat Daya terdampak. Gempa pada 4 Oktober 2026 juga merusak sejumlah bangunan rumah dan fasilitas sekolah di wilayah Kodi.
Melalui simulasi, anak-anak dilatih mengetahui tindakan saat keadaan darurat dan membantu teman. Sekolah diharapkan menjalankan latihan secara berkala dan mandiri, mengevaluasi proses evakuasi, memperbaiki kendala, serta memperkuat peran tim siaga bencana sekolah.
BMKG mencatat gempa pada 4 Oktober 2026 pukul 05.55.52 WIB dengan parameter pemutakhiran magnitudo 5,9 setelah sebelumnya tercatat magnitudo 6,1. Guncangan dirasakan pada skala IV MMI di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Penguatan sekolah tangguh membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, BPBD, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesiapsiagaan tidak cukup berupa prosedur tertulis, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, latihan, dan kerja sama.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sumba
Sumba Barat Daya Buka Penilaian Risiko Bersama Rabies
Pemkab Sumba Barat Daya membuka penilaian risiko bersama rabies di Hotel Sima pada 20 Oktober 2026. Forum melibatkan perwakilan empat kabupaten di Pul…
Terbaru di Sumba
Berita utama hari ini

Baca juga




