BMKG Catat 23.285 Gempa Susulan Flores hingga 20 Oktober
BMKG mencatat 23.285 gempa susulan Flores hingga 20 Oktober 2026, termasuk 227 kejadian yang dirasakan masyarakat. Pemantauan didukung 39 INA-TEWS dan 24 Aloptama.
Oleh Asyinta Sastra
· 1 menit baca
Ruteng — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan data pemantauan hingga 20 Oktober 2026 mencatat 23.285 kejadian gempa bumi susulan pascagempa utama di Flores. Data itu disampaikan dalam Sekolah Lapang Gempa Bumi di Sky Terrace Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada 29 Oktober 2026.
Dari seluruh kejadian tersebut, 227 gempa dirasakan masyarakat. BMKG juga menyebut sekitar 39 peralatan Indonesia Tsunami Early Warning System (INA-TEWS) dan 24 peralatan pemantauan Aloptama beroperasi di Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat mitigasi gempa bumi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi.
BMKG menjelaskan Manggarai memiliki potensi gempa akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Aktivitas tektonik itu menjadi sumber gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Agustus 2026.
Data susulan menjadi dasar kesiapsiagaan di Manggarai
Angka 23.285 kejadian menunjukkan pemantauan tidak berhenti setelah gempa utama. Bagi warga Flores dan Lembata, data kegempaan membantu memperkuat kewaspadaan terhadap guncangan lanjutan. Informasi peralatan peringatan dini juga penting bagi kabupaten pesisir yang menghadapi potensi bahaya tsunami.
Kegiatan di Ruteng menempatkan Manggarai sebagai wilayah yang perlu memahami sumber gempa dan langkah mitigasi. Pembagian kejadian gempa susulan menurut pulau atau kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur tidak dirinci.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
NTT Dorong Camino de Flores Menjadi Ikon Wisata Religi Indonesia
Pemerintah NTT dan BPOLBF mendorong Camino de Flores menjadi ikon wisata religi Indonesia setelah etape tengah sepanjang sekitar 70 kilometer berakhir…
Terbaru di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga




