Kapan Musim Hujan NTT Datang dan Mengapa Risikonya Berbeda?
BMKG memperkirakan sebagian kecil NTT mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Namun, hujan tinggi hingga sangat tinggi tetap dapat muncul tidak serentak dan memicu banjir serta longsor.
Oleh Pandi Muktar
· 3 menit baca
Musim hujan NTT tidak datang serentak dan tetap membawa risiko bencana hidrometeorologi. BMKG memprakirakan sebagian kecil NTT mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sementara pada Desember 2025 sebagian besar NTT diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Perbedaan waktu dan intensitas ini penting untuk membaca risiko banjir, longsor, serta kekeringan secara lebih tepat.
Kapan musim hujan NTT diperkirakan mulai?
Menurut BMKG, 2026, sebagian kecil NTT termasuk wilayah yang diperkirakan mulai mengalami musim hujan pada November 2026. Prakiraan itu disampaikan dalam siaran pers bertanggal 15 September 2026, ketika BMKG menyebut El Niño sangat kuat sedang berlangsung.
Artinya, awal musim hujan tidak otomatis berlangsung bersamaan di Flores, Sumba, Timor, dan kepulauan lain. Pembagian wilayah dalam prakiraan BMKG menunjukkan adanya variasi spasial di dalam provinsi.
Apakah hujan tinggi berarti seluruh NTT aman dari kekeringan?
Tidak. Analisis BMKG, 2025, mencatat sebagian NTT masih berada dalam musim hujan pada Desember 2025, tetapi curah hujan dasarian Desember III 2025 hingga Januari II 2026 umumnya diprediksi rendah hingga menengah, yakni 20-150 mm per dasarian.
Perbedaan antara wilayah yang sudah memasuki musim hujan dan wilayah yang masih menerima hujan rendah-menengah membuat kondisi air dapat berbeda antarpulau atau antarkabupaten.
Seberapa besar potensi hujan lebat di NTT?
Dalam analisis BMKG, 2025, sebagian besar NTT diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, lebih dari 150 mm per dasarian, pada Desember II 2025. Untuk Januari 2026, sebagian NTT juga diprediksi mengalami curah hujan sangat tinggi.
BMKG menerbitkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk beberapa kabupaten atau kota di NTT pada Dasarian II Desember 2025. Peringatan tersebut menggunakan klasifikasi waspada dan siaga, bukan pernyataan bahwa seluruh wilayah provinsi mengalami kondisi yang sama.
Bencana apa yang perlu diperhatikan saat hujan meningkat?
Hujan lebat dapat meningkatkan ancaman banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang pasang atau abrasi. Buletin BNPB, 2025, mencatat banjir bandang melanda Kabupaten Nagekeo pada 8 September 2025 pukul 12.00 WITA.
Data BNPB, 2025, juga mencatat 59 kejadian banjir hingga September 2025, naik dari 39 kejadian pada 2024. Angka itu merupakan jumlah kejadian dalam cakupan laporan yang disebut BNPB, bukan jumlah seluruh bencana di NTT.
Bagaimana membaca prakiraan untuk wilayah NTT?
Prakiraan provinsi perlu dibaca bersama pembaruan BMKG untuk kabupaten atau kota dan periode dasarian yang bersangkutan. Pada 26-28 Desember 2025, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang di NTT; pada 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, potensi angin kencang masih disebut dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Dengan demikian, awal musim hujan, jumlah hujan, dan peringatan bencana adalah tiga informasi berbeda. Warga di Flores, Sumba, Timor, dan kepulauan perlu membedakan ketiganya ketika menilai ancaman di wilayah masing-masing.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Olahraga
Mengapa Atletik NTT Belum Meraih Medali di PON 2024?
Atletik NTT mengirim delapan atlet ke PON XXI 2024, tetapi belum meraih medali. Mathilda Bere finis keempat di final 800 meter putri; capaian ini berb…
Terbaru di Bencana

Baca juga



