NTT Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

BPBD Lembata Sebut Abrasi sebagai Ancaman Bencana Prioritas

BPBD Lembata menyebut abrasi sebagai ancaman bencana prioritas. Pengamatan visual di Pantai SGB Bungsu menunjukkan delapan baris pohon kelapa terdampak air pasang dan pantai menyempit 40 meter.

Oleh

· 2 menit baca

Lewoleba — Kepala Pelaksana BPBD Lembata Andris Koban menyebut abrasi menjadi salah satu ancaman bencana prioritas di Kabupaten Lembata pada 19 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Abrasi mengancam kawasan pesisir Pantai SGB Bungsu dan Harnus, sementara BPBD mendorong pembangunan talud serta penguatan penanaman bakau.

Menurut Andris, kenaikan permukaan air laut membuat wilayah pantai semakin sempit. Saat pasang, air laut disebut telah mencapai kawasan bakau dan pohon kelapa yang sebelumnya berada lebih jauh dari garis pantai.

Di Pantai SGB Bungsu, BPBD tidak memiliki data pasti mengenai besaran kenaikan air laut. Namun, pengamatan visual menunjukkan delapan baris pohon kelapa kini berada di wilayah yang tergenang air laut saat pasang. Setiap baris berjarak sekitar lima meter, sehingga area pantai diperkirakan menyempit 40 meter.

Andris mengatakan kondisi itu dapat memburuk ketika gelombang meningkat atau saat La Nina. Ia mengaitkan abrasi dengan fenomena global, pemanasan global, dan kenaikan permukaan air laut.

Kawasan wisata Harnus juga mengalami penyempitan pantai. Jarak antara bibir pantai dan jalan raya yang sebelumnya lebih dari 20 meter kini semakin berkurang. Area pemakaman yang dahulu berada di Harnus disebut telah tertutup, dengan perkiraan kenaikan air laut sekitar 15-20 meter.

Menurut Andris, penanganan cepat memerlukan mitigasi struktural, seperti pembangunan talud. Ia juga menyebut sejumlah wilayah telah menjalankan program muro untuk mempertahankan pesisir serta melakukan penanaman bakau.

Ia mendorong masyarakat dan instansi terkait memperkuat mitigasi bersama. Andris menilai penanganan abrasi masih berjalan lambat dan penanaman bakau perlu dilakukan secara lebih luas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.