BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Lahan Saat Kemarau NTT
BMKG menyatakan Nusa Tenggara Timur masih mengalami kemarau pada 16–18 Oktober 2026, dengan kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Petani diminta menghindari pembakaran terbuka dan menghemat air.
Oleh Arsyid Muhamad
· 1 menit baca
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang menyatakan Nusa Tenggara Timur masih mengalami musim kemarau pada periode 16–18 Oktober 2026. Informasi berlaku setiap hari pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA hari berikutnya.
Pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026, seluruh kategori peringatan dini cuaca untuk Nusa Tenggara Timur berstatus NIL. Tidak ada wilayah yang masuk kategori peringatan dini hujan sedang hingga ekstrem maupun angin kencang. BMKG mengingatkan kondisi kering dan angin monsun timur yang masih aktif dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau masyarakat pertanian tidak membakar lahan atau sisa tanaman secara sembarangan. Petani juga diminta menjaga kebersihan lingkungan pertanian dari bahan yang mudah terbakar dan menggunakan air secara efisien untuk kebutuhan budidaya.
Kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan di Nusa Tenggara Timur
Risiko kebakaran perlu diperhatikan di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor karena informasi resmi berlaku untuk seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat membuat api menyebar lebih cepat, terutama saat pembakaran terbuka tidak terkendali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Siswa 25 SMK di Kupang Hasilkan Prototipe IoT dan Robotika
Penutupan program di Kupang pada 17 Oktober menghasilkan lebih dari 25 prototipe IoT dan robotika. Pesertanya sekitar 100 siswa dari 25 SMK.
Terbaru di Bencana

Baca juga




