NTT Hari Ini

Selasa, 20 Oktober 2026

Pemkab Manggarai Timur Siapkan Sumur Bor untuk Desa Sisir

Pemkab Manggarai Timur menyiapkan pembangunan sumur bor setelah lebih dari 140 keluarga di Desa Sisir mengalami krisis air selama sekitar empat bulan dan harus mengambil air hingga tiga kilometer.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah cokelat yang kering dan retak-retak akibat kekeringan.
Ilustrasi: Permukaan tanah cokelat yang kering dan retak-retak akibat kekeringan. · Foto: Mark Stebnicki / Pexels

Desa Sisir — Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menyiapkan pembangunan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih yang berdampak pada lebih dari 140 kepala keluarga di Desa Sisir. Rencana itu disampaikan pada 1 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Lebih dari 140 kepala keluarga dan satu fasilitas kesehatan terdampak, sementara pemerintah daerah menyiapkan sumur bor yang ditargetkan dibangun pada 2027.

Krisis terjadi setelah sumur-sumur di sekitar permukiman mengering selama sekitar empat bulan. Warga mengandalkan sumber air di Nuling, Desa Sisir, yang debitnya kecil sehingga mereka harus mengantre sejak dini hari.

Menurut RRI, warga menempuh jarak satu hingga tiga kilometer untuk mengambil air. Sebagian warga menyewa sepeda motor dengan biaya Rp10 ribu per jeriken. Warga juga mengeluhkan air yang berbau dan kotor.

Sekretaris Daerah Manggarai Timur Winsensius Tala mengatakan pemerintah daerah akan mengupayakan pembangunan sumur bor sesuai kebutuhan dan permintaan warga. Ia menyebut pembangunan itu ditargetkan berlangsung pada 2027.

Dusun Nganta termasuk wilayah yang paling terdampak, dengan lebih dari 60 kepala keluarga serta satu fasilitas kesehatan mengalami kesulitan air. Warga berharap pemerintah menyediakan sarana air bersih yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Perkembangan dan konteks

Media Indonesia melaporkan pada 9 Oktober 2026 bahwa lebih dari 140 keluarga masih terdampak. Laporan itu menyebut pemerintah daerah dapat mempertimbangkan penyaluran air bersih secara berkala sebelum sarana permanen tersedia.

Floresa pada 16 Oktober 2026 kembali mencatat krisis air di Desa Sisir dalam pembahasan mengenai risiko bencana dan perlindungan desa. Laporan tersebut menyebut warga harus menempuh hingga tiga kilometer menuju sumber air.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.