Kemenkes Kerahkan 206 Relawan TCK ke Enam Wilayah di Flores
Kementerian Kesehatan mengerahkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan ke enam wilayah di Flores untuk memperkuat layanan kesehatan pascagempa M7,7. Penugasan berlangsung 14 hari dan melibatkan dokter, perawat, bidan, serta tenaga farmasi.
Oleh Pandi Muktar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Kesehatan mengerahkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat layanan kesehatan pascagempa Flores. Menurut Kemenkes, para relawan ditugaskan selama 14 hari di enam wilayah terdampak berat: Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Kemenkes menyebut pengerahan itu dilakukan pada 24 Agustus 2026 sebagai respons atas gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Dalam keterangan resmi kementerian, 206 tenaga itu terdiri atas 128 relawan yang diberangkatkan dari luar daerah dan 78 dokter internsip yang sudah berada di Flores.
Komposisi relawan mencakup dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi, serta perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Kemenkes menempatkan mereka untuk membantu fasilitas kesehatan daerah yang masih menangani korban gempa dan kebutuhan layanan warga.
Dampak gempa
Kementerian Kesehatan menyebut gempa Flores berdampak pada 1,9 juta penduduk di tujuh kabupaten dan kota. Data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus 2026 menunjukkan 91 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, dan 161.874 warga mengungsi.
BMKG dalam siaran persnya pada 19 Agustus 2026 juga menyatakan gempa M7,7 itu memicu dampak kerusakan di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, Maumere. Lembaga itu mencatat sedikitnya 2.768 gempa susulan pascagempa utama.
Kemenkes menegaskan penugasan TCK ditujukan untuk menjaga kesinambungan layanan kesehatan di daerah terdampak. Tim juga diminta mengutamakan keselamatan selama bertugas dan bekerja secara lintas institusi dengan tenaga kesehatan setempat.
Di antara tenaga yang diberangkatkan, dokter spesialis ortopedi ikut disiapkan untuk menangani korban dengan cedera akibat reruntuhan. Penempatan relawan dilakukan di fasilitas kesehatan yang paling membutuhkan tambahan tenaga, termasuk rumah sakit daerah di Manggarai Timur.
Pengerahan gelombang awal TCK ini kemudian disusul penugasan tenaga tambahan pada awal September 2026 untuk memperkuat layanan psikososial dan kesehatan mental di wilayah terdampak. Kemenkes menyebut langkah itu merupakan bagian dari pemulihan layanan kesehatan setelah fase tanggap darurat awal.
Dengan pengerahan tersebut, Kemenkes berupaya menjaga layanan dasar tetap berjalan di wilayah yang masih menghadapi dampak gempa. Prioritasnya ialah penanganan korban, pemulihan fasilitas kesehatan, dan dukungan bagi tenaga medis daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
Etape Pertama Tour de EnTeTe Hubungkan Malaka dan Belu
Pemerintah Provinsi NTT membuka etape pertama Tour de EnTeTe pada 4 November 2026 dengan jalan sehat 15 kilometer dari Malaka ke Belu yang diikuti sek…
Paling ramai di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga



