Warga Detubinga Sikka Patungan Perbaiki Ruas Jalan Bistio–Nuaria
Warga Desa Detubinga di Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, bersama komunitas orang muda menggalang dana hampir ratusan juta rupiah serta material dan tenaga untuk memperbaiki ruas jalan Desa Bistio–Nuaria secara swadaya, di tengah proyek…
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Maumere — Warga Desa Detubinga, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, bersama komunitas orang muda menggalang dana hampir mencapai ratusan juta rupiah untuk memperbaiki ruas jalan Desa Bistio–Nuaria secara swadaya.
Inisiatif perbaikan jalan ini diberitakan pada Minggu, 20 September 2026, dan digerakkan oleh komunitas orang muda bersama warga Desa Detubinga di kampung maupun di perantauan, menurut laporan Pos Kupang yang dimuat jaringan Tribunnews.
Ruas Bistio–Nuaria disebut sebagai salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah pedalaman Kabupaten Sikka, termasuk akses dari Maumere menuju kawasan Tanawawo dan sekitarnya.
Gotong royong warga kampung dan perantauan
Menurut laporan tersebut, penggalangan dana dikoordinasikan oleh Komunitas Orang Muda Bergerak Desa Detubinga.
Dukungan dihimpun dari warga asal Detubinga yang tinggal di berbagai daerah, antara lain Maumere, Kupang, Jakarta, wilayah lain di Indonesia, serta Malaysia.
Selain uang tunai, masyarakat memberikan dukungan berupa material bangunan, bahan makanan, dan tenaga untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
Pos Kupang menyebut dana yang terkumpul telah mendekati ratusan juta rupiah.
Kontribusi berasal dari masyarakat Detubinga di perantauan, aparat desa yang berpartisipasi secara sukarela, dan warga di kampung yang menyumbang bahan dan ikut bekerja.
Koordinator Orang Muda Bergerak Desa Detubinga, Petrus Leba, dalam laporan itu menyampaikan terima kasih kepada orang muda, orang tua, dan warga desa, baik yang tinggal di Detubinga maupun di perantauan.
Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kampung halaman dan membantu kelancaran kegiatan perbaikan jalan Bistio–Nuaria serta mendukung pembangunan di Desa Detubinga dan wilayah Nuaria.
Akses jalan dan konteks pembangunan
Dalam pemberitaan sebelumnya, Pos Kupang menggarisbawahi bahwa infrastruktur jalan di Desa Detubinga masih rusak berat dan sebagian ruas ditambal warga menggunakan campuran semen, pasir, dan air.
Kondisi tersebut membuat akses kendaraan terbatas dan memaksa warga lebih berhati-hati saat melintas.
Di tingkat kabupaten, laporan lain dari Florespedia mencatat bahwa ruas Wolowiro–Nuaria, yang juga melintasi wilayah Desa Detubinga, termasuk dalam proyek penanganan long segment jalan dengan anggaran Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2024.
Proyek ini disebut belum rampung dan pelaksanaannya sempat terkendala cuaca, sehingga warga di beberapa desa mempertanyakan kejelasan penyelesaian pekerjaan.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Detubinga sebagai salah satu dari delapan desa di Kecamatan Tanawawo di daratan Flores, dengan akses transportasi darat yang menjadi prasarana utama mobilitas warga.
Dalam konteks tersebut, gerakan swadaya warga untuk membenahi ruas Bistio–Nuaria menjadi bagian dari upaya masyarakat lokal memperbaiki akses dan mendukung kegiatan ekonomi di wilayah pedalaman Sikka.
Ruas Bistio–Nuaria dan manfaat bagi warga
Menurut Petrus Leba, akses jalan yang lebih baik di ruas Bistio–Nuaria diharapkan memudahkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Desa Detubinga, wilayah Nuaria, dan sekitarnya.
Jalan yang layak memungkinkan hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari lebih mudah diangkut, sekaligus memperlancar hubungan antar-desa.
Semangat gotong royong warga kampung dan perantauan dalam perbaikan ruas ini memperlihatkan peran komunitas lokal dalam mengisi kekosongan layanan infrastruktur ketika pekerjaan pemerintah belum menjangkau seluruh titik.
Ruas jalan Bistio–Nuaria yang diperbaiki secara swadaya menjadi contoh bagaimana solidaritas warga di desa dan perantauan dapat bergerak bersama untuk memperbaiki akses dasar di wilayah pedalaman.
Sumber
Berita berikutnya

Sikka Pulih, Nelayan Kembali Melaut Setelah Gempa 15 Agustus 2026
Aktivitas perikanan Sikka mulai pulih setelah gempa 15 Agustus 2026. Nelayan kembali melaut, dan tuna serta cakalang kembali dipasok ke perusahaan pen…
Baca juga


