PDIP Dorong Percepatan 244 Hunian Tetap Penyintas Lewotobi di Flores Timur
PDI Perjuangan mendorong percepatan pembangunan 244 huntap bagi penyintas erupsi Lewotobi Laki-laki di Flores Timur. Pemerintah daerah menyebut sertifikasi lahan relokasi di Kuhe, Todo, dan Walang masih berproses.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Larantuka — PDI Perjuangan mendorong percepatan pembangunan hunian tetap bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah menyebut tahap awal pembangunan menargetkan 244 unit rumah di kawasan relokasi Kuhe, dengan proses sertifikasi lahan masih berjalan.
Dorongan itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa seusai mengunjungi penyintas di Hunian Sementara Desa Konga, Kecamatan Titehena, pada Jumat, 18 September 2026. Menurut laporan dua media lokal, ia datang bersama tim medis Baguna PDI Perjuangan untuk memeriksa kondisi warga di pengungsian.
Yunus menilai penanganan pascabencana tidak boleh berjalan lambat. Ia meminta pemerintah mempercepat urusan lahan dan pembangunan rumah agar penyintas tidak terlalu lama tinggal di huntara.
Dalam laporannya, media lokal menyebut Pemkab Flores Timur menyiapkan tiga lokasi relokasi terpadu untuk penyintas Lewotobi, yakni Kuhe, Todo, dan Walang, dengan total luas sekitar 52,98 hektare. Dari tiga lokasi itu, Kuhe disebut sebagai tahap awal pembangunan 244 rumah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Flores Timur, Saul Paulus Lagadoni Hekin, menyebut sertifikat lahan untuk lokasi relokasi masih diproses. Pemerintah daerah juga menargetkan pembangunan 244 unit rumah di Kuhe dapat dimulai tahun ini.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebelumnya menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan 244 rumah tersebut. Dalam laporan RRI, pembangunan tahap pertama di Kuhe ditargetkan rampung pada Juli 2027, dengan pemanfaatan rumah setelah pekerjaan selesai.
Di Huntara Desa Konga, Baguna PDI Perjuangan juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis pada Jumat, 18 September 2026. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Flores Timur, Kunradus Kusno Wada, menyebut tim kesehatan terdiri atas dokter, apoteker, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Kegiatan itu disertai penyaluran bantuan makanan kepada warga dari sejumlah desa terdampak erupsi. Partai tersebut menyatakan warga di hunian sementara masih memerlukan bantuan dan kepastian tempat tinggal tetap.
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…

