PLN Kupang Ingatkan 4 Risiko Instalasi Listrik Rumah Saat Kemarau
Menjelang puncak musim kemarau, PLN ULP Kupang mengimbau warga lebih waspada terhadap instalasi listrik rumah.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — PT PLN (Persero) mengimbau warga Kota Kupang lebih peduli terhadap instalasi listrik rumah selama musim kemarau, terutama terkait empat risiko utama yang bisa memicu gangguan hingga kebakaran: terminal listrik bertumpuk, kabel tidak sesuai spesifikasi, beban berlebih, dan modifikasi jalur listrik secara mandiri tanpa tenaga ahli.
Imbauan ini disampaikan Manager PLN ULP Kupang, I Made Dedik P. Satriadi, dalam kampanye keselamatan kelistrikan yang diberitakan Pos Kupang. Menurut dia, keandalan instalasi di dalam rumah perlu menjadi perhatian utama karena kondisi lingkungan yang mengering meningkatkan potensi kebakaran.
PLN menjelaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas jaringan distribusi sampai ke meter listrik atau kWh meter pelanggan. Instalasi listrik setelah meteran menjadi tanggung jawab pemilik rumah, termasuk perawatan dan pemeriksaan berkala untuk memastikan penggunaan listrik tetap aman.
Empat risiko utama instalasi listrik rumah
Menurut penjelasan I Made Dedik P. Satriadi, risiko pertama adalah penggunaan terminal listrik bertumpuk, yaitu satu stopkontak dipakai untuk banyak perangkat elektronik sekaligus. Praktik ini meningkatkan beban pada satu titik dan dapat memicu gangguan jika melampaui kapasitas instalasi.
Risiko kedua menyangkut kabel tidak sesuai spesifikasi, seperti kabel yang tidak memenuhi standar SNI atau tidak sesuai kapasitas daya. Kabel semacam ini berpotensi menimbulkan masalah pada jaringan listrik rumah dan mengurangi keselamatan pemakaian.
Risiko ketiga adalah beban berlebih (overload), ketika sejumlah perangkat berdaya besar dijalankan secara bersamaan melebihi kapasitas instalasi. Kondisi ini dapat memicu pemanasan berlebih pada komponen listrik dan meningkatkan risiko gangguan.
Risiko keempat terkait modifikasi mandiri, yakni perubahan atau perakitan jalur listrik tanpa pendampingan tenaga ahli. PLN mengingatkan bahwa pemasangan dan perbaikan instalasi sebaiknya dilakukan oleh tenaga listrik profesional untuk menjaga keselamatan.
PLN menyarankan warga segera memeriksa instalasi jika muncul tanda gangguan, seperti percikan api pada stopkontak atau saklar utama (MCB) yang sering turun. Dalam situasi tersebut, pengguna diminta menghentikan pemakaian yang berisiko dan menghubungi tenaga listrik profesional.
Imbauan keselamatan saat kemarau
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keselamatan kelistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, PLN fokus memastikan jaringan distribusi tetap prima, sementara warga diharapkan tertib merawat instalasi rumah dan menjauhi aktivitas pembakaran di sekitar jalur listrik.
Sementara itu, Frids A. Kodji dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang mengingatkan agar masyarakat menghindari kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan tanpa pengawasan. Aktivitas pembakaran di lingkungan permukiman, terutama di dekat jaringan listrik, dinilai dapat memperbesar risiko kebakaran pada musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agustus, dengan sebagian besar Nusa Tenggara Timur masih berada dalam periode puncak hingga September. RRI melaporkan bahwa sebagian besar wilayah NTT mengalami puncak kemarau pada Agustus hingga September 2026, ketika curah hujan rendah dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
Dalam situasi kemarau panjang dengan suhu tinggi dan angin kencang, aparat keamanan di Kupang juga mengimbau warga memeriksa peralatan listrik maupun kompor dan tidak membakar sampah sembarangan, karena kondisi cuaca panas dan angin dapat mempercepat penyebaran api.
Layanan pengaduan dan peran warga
PLN meminta warga segera melaporkan gangguan atau potensi bahaya kelistrikan melalui saluran resmi. Pengaduan dapat dilakukan menggunakan aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 untuk mendapatkan layanan dan pemeriksaan instalasi oleh petugas.
Melalui imbauan ini, PLN mendorong warga Kupang untuk lebih aktif memeriksa instalasi listrik rumah, memastikan pemakaian peralatan sesuai kapasitas, serta melibatkan tenaga ahli dalam setiap perubahan jalur listrik. Upaya tersebut diharapkan mengurangi risiko korsleting dan kebakaran rumah tangga selama periode puncak kemarau di NTT.
Sumber
Berita berikutnya

Wakil Bupati TTU Lepas Napak Tilas HUT ke-104 Kota Kefamenanu
Wakil Bupati Timor Tengah Utara Kamillus Elu memimpin pelepasan peserta napak tilas menyongsong HUT ke-104 Kota Kefamenanu dari Desa Noeltoko menuju w…
Baca juga



