Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Ende — Gotong royong dinilai sebagai salah satu wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat Nusa Tenggara Timur dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membantu warga terdampak bencana.
Pandangan itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila, dalam program Kita Indonesia Pro 1 RRI Ende yang tayang pada Minggu, 20 September 2026.
Menurut Noldy, bela negara tidak terbatas pada kegiatan pertahanan atau penggunaan senjata.
Membantu sesama dan berpartisipasi dalam penanganan bencana dipandang sebagai bagian dari pengamalan bela negara karena memperkuat persatuan dan ketahanan masyarakat.
Gotong royong sebagai praktik bela negara
Dalam siaran tersebut, Noldy menjelaskan bahwa semangat gotong royong menjadi cara sederhana namun penting bagi warga untuk berkontribusi pada negara.
Ia menekankan bahwa dalam situasi bencana, kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat dibutuhkan untuk memastikan penanganan berjalan lebih efektif.
Gotong royong, menurut Noldy, dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan langsung kepada warga terdampak hingga dukungan terhadap kegiatan penggalangan dana dan kerja bakti di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Provinsi NTT mendorong agar praktik gotong royong tidak berhenti pada momen tertentu, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sosial yang terus hidup di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan itu dinilai mampu memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai situasi, termasuk bencana alam.
Solidaritas untuk pemulihan Flores
Penekanan pada gotong royong juga muncul dalam pernyataan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena terkait penanganan gempa bumi di Flores.
Gubernur Melki menegaskan bahwa pemulihan masyarakat terdampak gempa membutuhkan solidaritas, gotong royong, dan keterlibatan berbagai pihak tanpa menghentikan agenda pembangunan di daerah lain.
Menurut penjelasan pemerintah provinsi, semangat solidaritas terlihat dari aksi nyata aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai pihak yang terlibat dalam penggalangan bantuan bagi warga terdampak gempa.
Rangkaian kegiatan daerah, termasuk pameran pembangunan yang dimanfaatkan sebagai ruang UMKM dan wadah penggalangan dana, berhasil menghimpun donasi sekitar Rp 1,3 miliar hingga akhir Agustus 2026.
Hampir separuh dari bantuan tunai itu berasal dari kontribusi ASN dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
Gubernur Melki menyebut semangat gotong royong seluruh ASN, pemerintah kabupaten se-Flores, serta dukungan warga NTT dan perantau sebagai unsur penting untuk mempercepat pemulihan di Flores.
Partisipasi masyarakat dan makna bela negara
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada ASN, pemerintah daerah, komunitas, perusahaan, dan berbagai kelompok masyarakat yang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa di Flores.
Menurut Johni, bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan korban, tetapi juga menjadi dukungan moral agar warga terdampak merasa tidak menghadapi bencana sendirian.
Ia menilai dukungan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk sumbangan pangan dan bantuan perusahaan, menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat NTT.
Dalam konteks itu, pandangan Noldy Hosea Pellokila menempatkan bela negara dalam ruang kehidupan sehari-hari.
Menjaga kepedulian, membantu warga terdampak bencana, dan terlibat dalam kerja bakti dinilai sebagai tindakan sosial yang sejalan dengan upaya memperkuat persatuan dan ketahanan sosial.
Gotong royong di NTT, sebagaimana tergambar dalam penanganan bencana dan aktivitas sosial, dipandang bukan sekadar seruan, tetapi praktik bersama yang dapat tumbuh menjadi karakter sosial masyarakat.
Sumber
Berita berikutnya

DPRD NTT Minta Relaksasi Kredit bagi Warga Terdampak Gempa Flores
DPRD NTT meminta pemerintah berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk memberi relaksasi kredit bagi warga terdampak gempa Flores. Meka…
Baca juga



