NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

Keuskupan Maumere dan Koperasi Bahas Perlawanan Rentenir di Sikka

Keuskupan Maumere dan koperasi primer membahas gerakan bersama untuk memberantas rentenir di Kabupaten Sikka. Forum berlangsung pada 21 Oktober 2026 di Aula Pusat Pastoral.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: pantai tanjung kajuwulu, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: pantai tanjung kajuwulu, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Dhimas deriansyah / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Maumere — Pertemuan Pusat Koperasi Kredit Swadaya Utama dengan Uskup Maumere dan pengurus koperasi primer berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Aula Pusat Pastoral Keuskupan Maumere. Pertemuan ini membahas gerakan solidaritas untuk memberantas praktik rentenir di wilayah Kabupaten Sikka.

Hadir dalam pertemuan itu Komisi Pusat Pastoral, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Maumere, serta utusan koperasi primer di Kabupaten Sikka. Uskup Maumere, Mgr Ewaldus Martinus Sedu, menyebut praktik rentenir telah meresahkan masyarakat dan pengelola koperasi kredit.

Menurut laporan, masyarakat tertarik pada pinjaman yang cepat dan tidak membutuhkan banyak administrasi. Beban bunga kemudian membuat sebagian peminjam kesulitan mengembalikan pinjaman. Situasi itu dapat mendorong pola pinjam baru untuk menutup pinjaman lama.

Ketua Pengurus Puskopdit Swadaya Utama, Heny Doing, mempertanyakan dampak koperasi kredit terhadap penurunan angka kemiskinan di Sikka. Forum tersebut mendorong koperasi kredit menyediakan layanan keuangan yang lebih aman, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Koperasi perlu menjadi pilihan aman bagi warga Sikka

Isu ini penting bagi pembaca di Sikka karena akses pembiayaan menentukan kemampuan rumah tangga dan usaha kecil bertahan. Layanan yang cepat tanpa penjelasan memadai dapat menyembunyikan beban bunga. Koperasi kredit perlu memperkuat pendampingan, transparansi, dan literasi keuangan.

Peserta juga mengusulkan keterlibatan pemerintah. Penanganan rentenir dinilai tidak dapat dilakukan hanya oleh gereja dan koperasi. Forum lanjutan perlu mempertemukan tiga unsur, yakni gereja, pelaku usaha, dan pemerintah.

Selain itu, peserta mengusulkan pelatihan literasi finansial bagi fungsionaris pastoral di setiap paroki hingga tingkat Kelompok Basis Gerejani. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat memahami risiko pinjaman berbunga tinggi dan mengenali pilihan pembiayaan yang lebih bertanggung jawab.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.