Dinas Kesehatan Lembata Bagikan Masker Saat Fenomena Haze
Dinas Kesehatan Lembata membagikan masker dan melakukan sosialisasi saat langit kabur dipengaruhi asap, abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok, dan kebakaran lokal.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Lewoleba — Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata membagikan masker dan menyosialisasikan risiko haze kepada masyarakat pada 22 Oktober 2026 di tengah kondisi langit kabur di wilayah itu.
Mengapa ini penting: Warga Lembata menerima masker dan sosialisasi saat haze, abu vulkanik, serta kebakaran lokal memengaruhi kondisi udara dan aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada.
Kepala Dinas Kesehatan Lembata, dr. Bernard Y.B., mengatakan belum menemukan kasus kesehatan yang dikaitkan dengan fenomena haze. Langkah pembagian masker dilakukan sebagai upaya antisipasi.
Penyebab langit kabur
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lembata, Andris Koban, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Indonesia. Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Ile Lewotolok dan kebakaran lokal di Lembata juga turut memengaruhi kondisi udara.
Menurut Andris, kebakaran lokal itu tidak menjadi faktor yang dominan. BPBD Lembata berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pihak lain untuk penanganan, termasuk terkait bantuan masker dan air bersih.
Dalam laporan lain, Media Indonesia menyebut luas karhutla di Lembata diperkirakan mencapai 2.372,24 hektare hingga September 2026 berdasarkan analisis spasial titik panas. Data itu mencakup kawasan hutan dan area penggunaan lain.
Media Indonesia juga melaporkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lembata masih merampungkan tabulasi data karhutla untuk September dan Oktober. Data hingga Agustus telah melalui pemeriksaan lapangan, sedangkan sebagian data September dan Oktober masih dihimpun.
Aktivitas gunung
Metro TV melaporkan aktivitas Gunung Ile Lewotolok pada 1–15 Oktober 2026 masih tinggi. Erupsi menghasilkan kolom setinggi 100 hingga 600 meter dari puncak, dan tingkat aktivitas gunung tetap pada Level II atau Waspada.
Warga di sekitar gunung diimbau mewaspadai guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Wabup Lembata Dorong Santri Lewoleba Jadi Pelopor Kerukunan
Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir memimpin peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lewoleba Utara. Ia meminta santri menjaga kerukunan dan menolak…
Terbaru di Flores

Baca juga





