NTT Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

Dinas Kesehatan Lembata Bagikan Masker Saat Fenomena Haze

Dinas Kesehatan Lembata membagikan masker dan melakukan sosialisasi saat langit kabur dipengaruhi asap, abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok, dan kebakaran lokal.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru di atas latar belakang biru muda.
Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru di atas latar belakang biru muda. · Foto: DS stories / Pexels

Lewoleba — Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata membagikan masker dan menyosialisasikan risiko haze kepada masyarakat pada 22 Oktober 2026 di tengah kondisi langit kabur di wilayah itu.

Mengapa ini penting: Warga Lembata menerima masker dan sosialisasi saat haze, abu vulkanik, serta kebakaran lokal memengaruhi kondisi udara dan aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada.

Kepala Dinas Kesehatan Lembata, dr. Bernard Y.B., mengatakan belum menemukan kasus kesehatan yang dikaitkan dengan fenomena haze. Langkah pembagian masker dilakukan sebagai upaya antisipasi.

Penyebab langit kabur

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lembata, Andris Koban, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Indonesia. Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Ile Lewotolok dan kebakaran lokal di Lembata juga turut memengaruhi kondisi udara.

Menurut Andris, kebakaran lokal itu tidak menjadi faktor yang dominan. BPBD Lembata berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pihak lain untuk penanganan, termasuk terkait bantuan masker dan air bersih.

Dalam laporan lain, Media Indonesia menyebut luas karhutla di Lembata diperkirakan mencapai 2.372,24 hektare hingga September 2026 berdasarkan analisis spasial titik panas. Data itu mencakup kawasan hutan dan area penggunaan lain.

Media Indonesia juga melaporkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lembata masih merampungkan tabulasi data karhutla untuk September dan Oktober. Data hingga Agustus telah melalui pemeriksaan lapangan, sedangkan sebagian data September dan Oktober masih dihimpun.

Aktivitas gunung

Metro TV melaporkan aktivitas Gunung Ile Lewotolok pada 1–15 Oktober 2026 masih tinggi. Erupsi menghasilkan kolom setinggi 100 hingga 600 meter dari puncak, dan tingkat aktivitas gunung tetap pada Level II atau Waspada.

Warga di sekitar gunung diimbau mewaspadai guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.