BMKG Waspadai Cuaca Panas hingga 35 Derajat Celsius di Kupang dan Maumere
BMKG memprakirakan suhu hingga 35 derajat Celsius di Kota Kupang dan Maumere pada 16 Oktober 2026. Angin hingga 37 kilometer per jam perlu diwaspadai.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kupang — Sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami cuaca panas pada Jumat, 16 Oktober 2026. Suhu udara diprakirakan mencapai 35 derajat Celsius di Kota Kupang dan Maumere, Kabupaten Sikka, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Cuaca di sejumlah wilayah didominasi cerah hingga cerah berawan. Kondisi ini membuat paparan sinar matahari pada siang hari terasa lebih menyengat. Beberapa daerah lain diprakirakan mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celsius.
Angin juga perlu diwaspadai. Kecepatan angin di Kupang, Oelamasi, dan Ba'a diprakirakan mencapai 37 kilometer per jam. Udara kering dan angin kencang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi dan karhutla
BMKG mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Warga juga diminta memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
Imbauan ini berlaku bagi warga di pulau Timor, termasuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, serta wilayah Flores seperti Maumere di Kabupaten Sikka. Warga di daerah lain tetap perlu memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian atau beraktivitas di luar ruangan.
Fenomena panas berlangsung ketika sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur memasuki periode peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan. Prakiraan BMKG untuk Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi dasar informasi kondisi cuaca pada hari tersebut.
Warga diminta mengikuti pembaruan prakiraan cuaca BMKG, membatasi paparan matahari pada siang hari, dan mewaspadai sumber api di lahan atau kawasan dengan vegetasi kering.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
BMKG Duga Kabut Asap di Sejumlah Wilayah NTT Terbawa dari Papua
BMKG menyebut kabut asap di Soe, Borong, dan Ruteng pada 13 Oktober 2026 diduga terbawa angin dari Papua dan terperangkap di atmosfer bawah akibat inv…
Terbaru di Bencana

Berita utama hari ini

Baca juga





