Kopdit Pintu Air Waiwadan Resmi Jadi Cabang ke-74, Layani 3.005 Anggota
Kopdit Pintu Air Waiwadan di Desa Wiwadan, Adonara Barat, Flores Timur, resmi naik status dari Kantor Cabang Pembantu menjadi kantor cabang pada 11 September 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Larantuka — Kopdit Pintu Air Waiwadan, Kabupaten Flores Timur, resmi naik status dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) menjadi kantor cabang pada Jumat, 11 September 2026. Kenaikan status ini menjadikan Waiwadan sebagai cabang ke-74 Kopdit Pintu Air dengan jumlah anggota mencapai 3.005 orang hingga Agustus 2026, menurut laporan Ekorantt dan Kabar Bajo.
Kantor cabang tersebut beralamat di Desa Wiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Peresmian ditandai dengan misa syukur yang dipimpin Pastor Paroki St. Maria Goreti Waiwadan, Romo Hendrikus Raya Kleden, didampingi pastor rekan, Romo Rosarius Yansen Raring, sebagaimana diberitakan Ekorantt dan Kabar Bajo.
Dalam homilinya, Romo Rosarius mengingatkan pengurus, pengawas, komite, dan staf manajemen agar menempatkan pelayanan anggota sebagai prioritas. Menurut dia, pengelola koperasi perlu hadir sebagai pelayan, bukan pihak yang mengutamakan posisi atau kewenangan, seperti dikutip Kabar Bajo.
Pertumbuhan anggota dan aset
Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Adonara dan Waiwadan, Adrianus Ama Kayan, menyampaikan bahwa Cabang Waiwadan hadir di Nusa Tadon Adonara sejak 23 September 2024. Menurut Adrianus, setelah dipisahkan secara administrasi dari cabang induknya, jumlah anggota bertambah dari 1.612 menjadi 3.005 orang hingga Agustus 2026.
Para anggota tersebut tersebar di 12 titik pelayanan di wilayah Adonara. Laporan Adrianus yang dikutip Ekorantt dan Kabar Bajo menyebutkan bahwa total aset Kopdit Pintu Air Waiwadan mencapai Rp16 miliar.
Data utama Kopdit Pintu Air Waiwadan yang disampaikan dalam acara peresmian antara lain:
- Anggota: 3.005 orang hingga Agustus 2026.
- Anggota saat awal pemisahan: 1.612 orang.
- Total aset: Rp16 miliar.
- Titik pelayanan: 12 lokasi.
- Simpanan saham: meningkat dari Rp2,7 miliar menjadi lebih dari Rp4,1 miliar.
- Simpanan nonsaham: meningkat dari Rp1,2 miliar menjadi Rp3,2 miliar.
Menurut Ekorantt dan Kabar Bajo, dari total 3.005 anggota, 1.184 orang berprofesi sebagai petani, 61 orang peternak, 99 orang buruh, dan 26 orang nelayan. Sebanyak 1.635 anggota lainnya merupakan ibu rumah tangga dan aparatur sipil negara (ASN).
Masih dalam laporan Adrianus, simpanan saham anggota naik sekitar Rp1,4 miliar dibandingkan kondisi awal pemisahan. Pada periode yang sama, simpanan nonsaham bertambah sekitar Rp2 miliar.
Fokus pada pelayanan anggota
Adrianus menyebutkan bahwa pertumbuhan anggota dan aset Kopdit Pintu Air Waiwadan terjadi berkat kerja tim dalam memberikan pelayanan kepada anggota. Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan manajemen kantor pusat atas bimbingan dan arahan untuk memperkuat kapasitas staf di lapangan.
Menurut Ekorantt, pendekatan pelayanan di Kopdit Pintu Air Cabang Waiwadan dikaitkan dengan aspek spiritual melalui doa dan misa syukur dalam setiap momentum penting. Adrianus menekankan bahwa cabang Waiwadan diarahkan untuk menjadi lembaga keuangan anggota yang berfokus pada pendampingan dan penguatan ekonomi keluarga di Adonara.
Sumber
Berita berikutnya

Yohanes Siga Tekankan Integritas CPNS untuk Layanan Publik
Dalam pembukaan Latsar CPNS 2026 di Mbay, Wakil Ketua DPRD Nagekeo Yohanes Siga menegaskan bahwa integritas calon aparatur harus bermuara pada pelayan…
Baca juga



