NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Yohanes Siga Tekankan Integritas CPNS untuk Layanan Publik

Dalam pembukaan Latsar CPNS 2026 di Mbay, Wakil Ketua DPRD Nagekeo Yohanes Siga menegaskan bahwa integritas calon aparatur harus bermuara pada pelayanan publik yang jujur, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Ibu Kota Kabupaten Nagekeo.
Foto arsip: Ibu Kota Kabupaten Nagekeo. · Foto: Ignas Kunda / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

MbayIntegritas calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditegaskan Wakil Ketua DPRD Nagekeo Yohanes Siga dalam pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2026 di Mbay, Nagekeo, menyasar langsung kualitas pelayanan publik yang akan diterima warga.

Pada kegiatan pembukaan Latsar CPNS Angkatan I–VII lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo Tahun 2026, Rabu, 9 September 2026, Yohanes Siga mengingatkan peserta agar tidak memandang Latsar hanya sebagai syarat administratif untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN. Menurut dia, pelatihan tersebut merupakan proses pembentukan karakter dan sikap sebelum peserta menjalankan tugas pemerintahan.

Dalam sambutannya, Yohanes yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo menekankan bahwa ASN dituntut memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat. Ia berpesan agar peserta menjadi ASN yang jujur, disiplin, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pada bagian lain, Yohanes menyatakan bahwa integritas bukan sekadar sikap yang dibawa ASN dalam menjalankan tugas, tetapi harus bermuara pada pelayanan yang jujur, cepat, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Pesan ini menempatkan integritas bukan sebagai slogan, melainkan sebagai komitmen yang diuji dalam praktik pelayanan sehari-hari.

Integritas dan pengalaman warga atas layanan

Pernyataan Yohanes Siga mencerminkan pandangan bahwa integritas aparatur tidak berhenti pada kelulusan pelatihan atau pemenuhan prosedur rekrutmen. Nilai integritas baru dirasakan warga ketika hadir dalam pelayanan yang transparan, dapat diprediksi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks CPNS yang baru memasuki birokrasi, pengalaman warga terhadap layanan menjadi ukuran awal apakah nilai yang ditekankan dalam Latsar benar-benar diterapkan. Sikap menolak pungutan di luar ketentuan, memberikan perlakuan setara, serta menjelaskan alasan ketika suatu permohonan belum dapat diproses merupakan bentuk konkret integritas dalam pelayanan.

Kerangka layanan yang sejalan dengan pesan integritas tersebut antara lain:

  • Akses: informasi layanan, lokasi, dan kanal pengaduan mudah diketahui warga.
  • Kepastian: syarat, biaya, dan waktu penyelesaian disampaikan secara terbuka sejak awal.
  • Akuntabilitas: setiap keputusan dan penanganan keluhan memiliki penanggung jawab yang jelas.

Kerangka ini tidak memuat data kinerja CPNS di Nagekeo, tetapi dapat digunakan untuk membaca bagaimana nilai integritas yang ditekankan dalam Latsar tercermin atau belum tercermin dalam pengalaman warga.

Dari ruang pelatihan ke meja layanan

Pembukaan Latsar CPNS 2026 di Nagekeo menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah membekali aparatur baru dengan pemahaman mengenai tugas dan nilai dasar ASN. Bupati Nagekeo dalam kegiatan yang sama menegaskan bahwa jabatan adalah amanah, kewenangan merupakan tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi inti pengabdian ASN.

Jarak antara ruang pelatihan dan meja layanan menjadi tantangan utama. Nilai integritas dapat dipelajari melalui modul dan arahan, tetapi pelaksanaannya bergantung pada kepemimpinan unit kerja, mekanisme pengawasan, desain sistem layanan, dan kesiapan organisasi menindak pelanggaran.

Dalam kondisi tersebut, Latsar memegang peran sebagai pintu masuk. Pesan agar CPNS tidak menjadikan pelatihan sebagai formalitas, melainkan landasan sikap ketika berhadapan dengan warga, menempatkan integritas sebagai bagian dari budaya kerja, bukan hanya penilaian internal.

Bagi instansi pemerintah, pesan Yohanes Siga dapat dibaca sebagai ajakan untuk memastikan bahwa setelah CPNS ditempatkan, warga memperoleh bukti yang dapat diamati: layanan yang tidak dipersulit, informasi yang terbuka, serta keluhan yang ditangani hingga tuntas, bukan berhenti di formulir pengaduan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.