Ketua STIPAR Ende Ajak Pemuda Perkuat Peran Hadapi Perubahan Sosial
Ketua STIPAR Ende, Rm. Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, mengajak generasi muda Flores, khususnya Ende, agar tidak hanya menjadi penerima dampak perubahan sosial, tetapi memperkuat peran sebagai pelaku perubahan seiring perkembangan teknologi…
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Ende — Ketua Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAR) Ende, Rm. Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A., mengajak generasi muda di Flores, khususnya Kabupaten Ende, memperkuat peran menghadapi perubahan sosial yang dipicu perkembangan teknologi, informasi, dan dinamika kehidupan masyarakat.
Menurut Fransiskus, pemuda tidak cukup ditempatkan sebagai penerima dampak perubahan sosial, tetapi perlu dipersiapkan menjadi bagian dari proses perubahan itu sendiri melalui pendidikan, penguatan nilai moral, kemampuan berpikir kritis, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan, penguatan kapasitas, karakter, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting agar anak muda dapat mengambil peran positif di tengah perubahan sosial yang tidak dapat dihindari.
Peran lembaga pendidikan dan ruang digital
Fransiskus menilai lingkungan pendidikan memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi muda.
Pendidikan, menurut dia, tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu membangun kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, sikap toleran, serta keberanian untuk terlibat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
Ia mengingatkan bahwa perubahan sosial dapat memengaruhi nilai-nilai dalam keluarga dan masyarakat, sehingga generasi muda membutuhkan fondasi karakter yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai kemanusiaan, budaya, dan kehidupan bersama.
Seiring perkembangan teknologi dan informasi, generasi muda memiliki peluang untuk belajar, berkomunikasi, berkreasi, dan membangun jejaring.
Namun, Fransiskus menggarisbawahi pentingnya kemampuan membaca perubahan, menyaring informasi, menentukan sikap, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab agar pemanfaatan ruang digital tetap produktif dan konstruktif bagi kehidupan bersama.
Ajakan untuk terlibat dalam berbagai bidang
Dalam wawancara dengan RRI Ende, Fransiskus berharap generasi muda di Flores, terutama di Kabupaten Ende, aktif mengambil bagian dalam perubahan sosial melalui kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Bentuk keterlibatan yang ia dorong meliputi kegiatan pendidikan, aktivitas sosial, pengembangan kreativitas, kewirausahaan, pelestarian budaya, hingga pemanfaatan ruang digital secara produktif.
Menurut dia, peran pemuda sebagai pelaku perubahan sosial dapat diwujudkan dengan kehadiran langsung di tengah masyarakat dan kontribusi nyata di bidang yang mereka tekuni.
Data pemuda dan Indeks Pembangunan Pemuda
RRI Ende mengaitkan ajakan Fransiskus dengan data kepemudaan nasional yang dihimpun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berdasarkan Statistik Pemuda Indonesia 2024 yang disusun Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut data tersebut, jumlah pemuda Indonesia berusia 16–30 tahun pada 2024 mencapai sekitar 64,22 juta jiwa, atau sekitar seperlima dari total penduduk Indonesia.
Data kepemudaan itu digunakan Kemenpora untuk memantau pembangunan pemuda melalui Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), yang antara lain menilai aspek pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, partisipasi, dan kepemimpinan pemuda dalam kehidupan sosial.
Kemenpora menempatkan penguatan sumber daya manusia, termasuk pemuda, sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional dan dikaitkan dengan target Indonesia Emas 2045.
Besarnya jumlah pemuda Indonesia menunjukkan kelompok ini sebagai modal penting pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Di Ende, ajakan Fransiskus agar anak muda menjadi pelaku perubahan sosial menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan potensi tersebut di tingkat lokal.
Sumber
Berita berikutnya
Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Rp15 Juta untuk Keluarga Charles Rondo
Wadah Gereja Oikumene Polres Sikka menyerahkan santunan duka Rp15 juta kepada keluarga almarhum Aipda Charles Paulus Daniel Rondo di Kota Baru, Alok T…

