Mengapa NTT Waspada Angin Kencang Saat Awal Oktober Kering
BMKG memprakirakan NTT cenderung cerah berawan pada 8 Oktober 2026, tetapi angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama di Sabu Raijua dengan kecepatan 32 kilometer per jam.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur cerah berawan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Namun, warga di sejumlah pulau tetap perlu mewaspadai angin kencang berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang.
Di Pulau Timor, Kupang dan Oelamasi diprakirakan berawan hingga berawan tebal, dengan angin 28 kilometer per jam. Di Pulau Flores dan Lembata, Alor, Maumere, Ende, serta Labuan Bajo cenderung cerah berawan pada pagi hari. Ruteng berpeluang mengalami hujan ringan pada siang hari.
Di Pulau Sumba, Waikabubak berpotensi hujan ringan pada siang hari, sedangkan Waingapu termasuk wilayah yang perlu memperhatikan angin kencang. Di Pulau Sabu, kecepatan angin diprakirakan mencapai 32 kilometer per jam. Pulau Rote juga perlu waspada karena Ba'a tercantum dalam wilayah dengan potensi angin kencang pada prakiraan berikutnya.
Prakiraan BMKG untuk NTT pada 6–9 Oktober 2026 menempatkan wilayah ini dalam perhatian terhadap potensi angin kencang. Periode 10–12 Oktober diprakirakan lebih banyak cerah berawan hingga hujan ringan secara umum. BMKG juga mencantumkan sejumlah perairan NTT dalam kewaspadaan gelombang hingga 9 Oktober.
Angin kencang berdampak pada pesisir dan transportasi laut
Risiko utama berada pada aktivitas di pesisir, pelayaran, dan pekerjaan luar ruang. Angin kencang dapat mengganggu perjalanan laut, terutama ketika kondisi gelombang ikut meningkat. Warga di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor perlu memantau perubahan awan dan angin sebelum beraktivitas.
Untuk Jumat, 9 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Flores diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari. Peluang hujan masih relatif rendah, tetapi perubahan awan dan angin tetap perlu diperhatikan. Di Sabu, angin diprakirakan 32 kilometer per jam; Kupang dan Oelamasi 30 kilometer per jam; sedangkan Ba'a 30 kilometer per jam.
BMKG menyebut awal Oktober masih didominasi kondisi yang relatif kering. Hujan lokal tetap mungkin terjadi karena dinamika atmosfer regional. Informasi cuaca dan peringatan dini perlu dipantau kembali sebelum perjalanan, khususnya bagi pengguna transportasi laut dan warga yang tinggal di wilayah pesisir.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
159 Guru Ikuti Diklat Calon Kepala Sekolah di Kupang
Sebanyak 159 guru mengikuti diklat tahap pertama bakal calon kepala sekolah di Kupang. Program ini merupakan bagian dari sasaran 294 calon kepala seko…
Terbaru di Bencana

Baca juga




