NTT Hari Ini

Jumat, 25 September 2026

NTT Percepat Persiapan FTZ untuk Pasar Global

Pemprov Nusa Tenggara Timur dan Kadin NTT menargetkan studi pra-kelayakan FTZ selesai pada 2026 sebelum diajukan kepada pemerintah pusat. Rencana ini diarahkan untuk membuka akses perdagangan dan investasi ke pasar global.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan peti kemas warna-warni yang tersusun rapi di area pelabuhan kargo dari sudut atas.
Ilustrasi: Tumpukan peti kemas warna-warni yang tersusun rapi di area pelabuhan kargo dari sudut atas. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur mempercepat persiapan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone pada Kamis, 24 September 2026. Langkah ini dibahas dalam Rapat Pimpinan Provinsi VIII Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 di Kupang.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur Bobby Lianto mengatakan tim Free Trade Zone menargetkan studi pra-kelayakan rampung tahun ini. Hasil studi tersebut selanjutnya akan diajukan kepada pemerintah pusat.

Persiapan itu diarahkan untuk membuka akses perdagangan dan investasi Nusa Tenggara Timur ke pasar global. Kawasan Free Trade Zone juga diarahkan menjadi pintu masuk menuju pasar Timor-Leste dan Australia.

FTZ menentukan kesiapan akses perdagangan dari Kupang

Bagi pembaca di Nusa Tenggara Timur, rencana ini berkaitan dengan arah perdagangan, investasi, dan konektivitas kawasan.

Gubernur mengarahkan pengembangan ekonomi Nusa Tenggara Timur pada tiga orientasi pasar, yaitu pasar internasional, pasar nasional, dan pasar domestik Nusa Tenggara Timur. Free Trade Zone ditempatkan dalam orientasi pasar internasional.

Pembahasan perdagangan lintas batas Indonesia-Timor-Leste mencakup kajian bersama, pengembangan Free Trade Zone, dan peningkatan konektivitas antarwilayah. Sejumlah pekerjaan yang masih dibahas meliputi dasar hukum, standardisasi barang, konektivitas, serta penguatan hubungan pelaku usaha kedua negara.

Tahap berikutnya adalah penyelesaian studi pra-kelayakan pada tahun 2026, lalu pengajuan hasilnya kepada pemerintah pusat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Headline NTT

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.