NTT Hari Ini

Kamis, 22 Oktober 2026

BMKG Prakirakan Sabu Raijua Terpanas pada Kamis

BMKG memprakirakan Sabu Raijua cerah hingga cerah berawan pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan suhu tertinggi 36°C. Angin kering meningkatkan risiko karhutla.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang kering dan retak-retak terpapar panas.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang kering dan retak-retak terpapar panas. · Foto: Emma Jane Seymour / Pexels

Sabu Raijua — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang memperkirakan cuaca di Sabu Raijua pada Kamis, 22 Oktober 2026, cerah hingga cerah berawan. Suhu udara di wilayah ini diprakirakan mencapai 36°C, tertinggi di Nusa Tenggara Timur.

Prakiraan BMKG untuk Nusa Tenggara Timur pada 22 Oktober 2026 menunjukkan cuaca masih didominasi udara kabur, cerah, hingga berawan. Tidak ada potensi hujan pada 21, 22, dan 23 Oktober 2026.

Di wilayah perairan, kondisi umum diprakirakan cerah hingga berawan pada Rabu, 21 Oktober 2026, hingga Kamis, 22 Oktober 2026 pagi WITA. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–30 kilometer per jam. Gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, termasuk Sawu-Raijua dan perairan selatan Sumba.

Kemarau meningkatkan risiko karhutla di pulau-pulau NTT

Angin Monsun Timur masih aktif. Kondisi ini membuat musim kemarau berlanjut dan membawa angin yang bersifat kering. BMKG mengingatkan bahwa keadaan tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Risiko perlu diperhatikan di setiap kawasan kepulauan. Timor mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Malaka, dan Belu. Flores serta Lembata juga menghadapi kondisi kering. Sumba, Sabu, Rote, dan Alor termasuk wilayah kepulauan yang perlu dipantau dalam periode tanpa hujan.

Asap kebakaran hutan dan lahan terpantau memengaruhi kualitas udara hingga Kupang dan Sabu Raijua. Kabut asap menjangkau Kabupaten Kupang, Malaka, Belu, Lembata, Sabu Raijua, dan Rote. Warga perlu membatasi aktivitas yang dapat memicu api selama cuaca kering dan mengikuti pembaruan BMKG.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.