NTT Hari Ini

Minggu, 1 November 2026

Rote Learning: Arti, Manfaat, dan Batas Belajar dengan Hafalan

Rote learning berarti belajar dengan pengulangan untuk mengingat fakta. Metode ini berguna untuk pengetahuan dasar, tetapi tidak cukup tanpa pemahaman dan kemampuan menerapkan pengetahuan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buku catatan hijau, pensil kayu, dan tanaman hias kecil di atas permukaan meja kayu.
Ilustrasi: Buku catatan hijau, pensil kayu, dan tanaman hias kecil di atas permukaan meja kayu. · Foto: Tirachard Kumtanom / Pexels

Rote learning adalah cara belajar dengan menghafal informasi melalui pengulangan, sering kali tanpa memahami maknanya. Metode ini membantu mengingat fakta dasar dengan cepat, tetapi pemahaman yang lebih dalam memerlukan pembelajaran bermakna yang menghubungkan pengetahuan dan menerapkannya pada situasi baru.

Apa arti rote learning?

Dalam bahasa Indonesia, rote learning dapat diterjemahkan sebagai belajar hafalan atau menghafal secara mekanis. Structural Learning menjelaskan bahwa metode ini menekankan pengulangan agar fakta atau prosedur dapat diingat tanpa selalu memahami artinya.

Contohnya mencakup menghafal alfabet, angka, tabel perkalian, ejaan, atau fakta yang perlu dipanggil kembali dengan cepat. Oxford Learning, yang memperbarui penjelasannya pada 2026, juga memasukkan belajar intensif menjelang ujian sebagai salah satu teknik yang umum dikaitkan dengan hafalan.

Apa manfaatnya?

Rote learning dapat membangun pengetahuan dasar dan mempercepat pengingatan. Menurut Structural Learning, metode ini berguna untuk fakta dan prosedur yang memang harus diingat secara cepat, seperti ejaan atau kombinasi angka.

Manfaat itu terutama terletak pada kemampuan mengingat, bukan pada kemampuan menjelaskan hubungan antargagasan. Karena itu, hafalan dapat menjadi bagian awal dari proses belajar, bukan keseluruhan prosesnya.

Apa kelemahannya?

Hafalan yang hanya mengandalkan pengulangan dapat membuat pelajar mengetahui jawaban tanpa memahami alasan di baliknya. Oxford Learning mencatat bahwa metode ini dapat mengurangi pemahaman mendalam, membuat perhatian mudah hilang, dan tidak selalu menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.

Keterbatasan itu terlihat ketika pelajar harus memakai fakta dalam persoalan yang berbeda dari contoh latihan. Mengingat informasi disebut retention, sedangkan memakainya untuk memecahkan masalah baru disebut transfer; pembelajaran bermakna menargetkan keduanya, menurut Oxford Learning.

Apakah rote learning sama dengan pembelajaran bermakna?

Keduanya berbeda. Rote learning berfokus pada reproduksi fakta melalui pengulangan, sedangkan pembelajaran bermakna berfokus pada pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian suatu konsep saling terkait dan dapat digunakan dalam situasi baru.

Structural Learning menyarankan fakta dikuasai melalui hafalan bila perlu, lalu diikuti kegiatan yang membangun pemahaman dan penerapan. Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar memilih hafalan atau pemahaman, melainkan mengetahui fungsi masing-masing dalam proses belajar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.