NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

Wagub NTT Serap Keluhan Warga Alor Timur di Maritaing

Dialog di Desa Maritaing pada 29 Oktober 2026 mencatat keluhan warga tentang harga bahan bakar minyak, akses air bersih, infrastruktur, layanan perbankan, dan kekurangan guru.

Oleh

· 2 menit baca

Maritaing — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma berdialog langsung dengan masyarakat Kecamatan Alor Timur di Desa Maritaing pada Kamis, 29 Oktober 2026. Warga menyampaikan keluhan tentang air bersih, jalan rusak, layanan perbankan, harga bahan bakar minyak, dokumen perjalanan, dan tenaga pendidik.

Dialog berlangsung di halaman Rumah Jabatan Camat Alor Timur. Pertemuan itu diikuti camat, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, kepala desa atau lurah, tokoh masyarakat, serta pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia tingkat Kecamatan Alor Timur.

Alexsius Mautuka dari Desa Maritaing menyebut belum tersedia ATM Bank NTT di wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan harga bahan bakar minyak mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter. Kondisi itu dinilai membebani warga, terutama nelayan yang memerlukan bahan bakar untuk mengoperasikan perahu.

Keluhan lain berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan kerusakan sejumlah jalan penghubung antardesa. Warga juga menyampaikan kebutuhan layanan keimigrasian dan dokumen perjalanan di kawasan perbatasan.

Perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Alor Timur, Zet Soney, mengatakan sejumlah guru honorer yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja kemudian ditempatkan atau dimutasi ke wilayah lain. Kondisi itu membuat sekolah-sekolah setempat kekurangan tenaga pendidik.

Keluhan layanan dasar memengaruhi warga Alor Timur

Persoalan yang disampaikan warga berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Air bersih dan jalan menentukan akses dasar antardesa. Harga bahan bakar memengaruhi kegiatan nelayan dan biaya mobilitas. Ketersediaan guru menentukan keberlanjutan pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah timur Pulau Alor.

Dalam pertemuan itu, Johni Asadoma menyatakan setiap aspirasi akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Alor, instansi vertikal, dan pemerintah pusat.

Dialog tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja di Kabupaten Alor. Pada rangkaian kegiatan yang sama, pemerintah juga meninjau Pos Imigrasi Maritaing dan membahas pelayanan serta pengawasan perlintasan di kawasan perbatasan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kepulauan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.