Rote Ndao mulai susun peta jalan energi terbarukan 100 persen
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar audiensi tindak lanjut Program NTT Net-Zero Emissions 2050 di Ba’a pada 15 September 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Rote Ndao — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan komitmen mendorong transisi menuju 100 persen energi terbarukan melalui audiensi tindak lanjut Program NTT Net-Zero Emissions 2050 dan inisiasi penyusunan Peta Jalan Rote Ndao 100 persen Energi Terbarukan.
Kegiatan audiensi digelar di Aula Kopdit Sehati Ba’a pada Selasa, 15 September 2026, dengan melibatkan perangkat daerah dan mitra dari Institut untuk Esensial Jasa Pembaruan (IESR).
Menurut siaran resmi pemerintah kabupaten, audiensi ini memiliki dua fokus utama.
Fokus pertama adalah asesmen dan pemulihan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) desalinasi yang saat ini tidak beroperasi.
Pemerintah daerah menekankan bahwa pemulihan tidak cukup berhenti pada penggantian peralatan, tetapi harus mencakup kajian menyeluruh atas kondisi teknis, status dan legalitas aset, penetapan operator, skema pembiayaan, penerima manfaat, serta biaya operasi dan pemeliharaan.
Dalam audiensi, pemerintah kabupaten juga menyoroti pentingnya kejelasan pemilik aset, tanggung jawab pengelola, pembiayaan rutin, dan pengawasan kualitas air sebelum fasilitas dioperasikan kembali.
Fokus kedua adalah inisiasi penyusunan Peta Jalan Rote Ndao 100 persen Energi Terbarukan.
Menurut pemerintah kabupaten, target 100 persen energi terbarukan harus diterjemahkan ke dalam tahapan yang realistis, terukur, dan sesuai kewenangan daerah.
Peta jalan tersebut direncanakan memuat gambaran awal sistem energi di Rote Ndao, proyeksi kebutuhan energi, potensi sumber energi terbarukan, prioritas sektor, daftar proyek, kebutuhan jaringan, pilihan pembiayaan, dan indikator pencapaian.
Laporan media lokal menyebutkan, peta jalan ini ditargetkan mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih untuk mendukung sektor produktif daerah.
Energi terbarukan diarahkan untuk menunjang penyediaan air bersih, rantai dingin perikanan, industri rumput laut, produksi garam, usaha mikro kecil dan menengah, pariwisata, serta pelayanan publik di pulau-pulau kecil.
Untuk mengawal agenda ini, pemerintah kabupaten menunjuk Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) sebagai koordinator awal.
Bapperida diminta memimpin penyusunan matriks tindak lanjut bersama perangkat daerah dan IESR dalam kerangka Program NTT Net-Zero Emissions 2050.
Perwakilan IESR dalam audiensi menyampaikan kesiapan mendukung pemodelan sistem energi yang disesuaikan dengan karakter kepulauan Rote Ndao.
Pemodelan ini direncanakan mengadopsi pengalaman dari wilayah lain dan menyesuaikannya dengan potensi lokal agar transisi energi sejalan dengan penguatan ketahanan energi dan ekonomi masyarakat hingga 2050.
Pemerintah kabupaten menegaskan bahwa upaya menuju energi bersih harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk akses air bersih dan peningkatan kegiatan ekonomi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Sumber
Berita berikutnya

Prakiraan Gelombang Laut di Perairan Alor 17–20 September 2026
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memprakirakan gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan NTT, termasuk Selat Alor dan Perairan…

