NTT Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026

Semana Santa Larantuka: Rangkaian, Makna, dan Puncaknya

Semana Santa Larantuka merupakan Pekan Suci Katolik yang berpadu dengan tradisi Lamaholot. Pada 2026, rangkaian berlangsung 29 Maret–5 April dengan puncak prosesi pada Jumat Agung, 3 April.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lilin-lilin menyala di dalam toples kaca di atas lantai dalam suasana temaram.
Ilustrasi: Lilin-lilin menyala di dalam toples kaca di atas lantai dalam suasana temaram. · Foto: jorge Zamorano / Pexels

Semana Santa Larantuka adalah rangkaian Pekan Suci Katolik di Larantuka, Flores Timur, yang memadukan liturgi gereja dengan tradisi Lamaholot. Rangkaian 2026 berlangsung 29 Maret–5 April, dengan Jumat Agung pada 3 April sebagai puncak prosesi, menurut detikcom, 2026.

Apa itu Semana Santa Larantuka?

Semana Santa berarti Pekan Suci dan dalam tradisi Larantuka juga disebut Hari Bae. Perayaan ini berlangsung dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah dan berpusat pada penghormatan kepada Yesus serta Bunda Maria, menurut detikcom, 2025.

Tradisi ini hidup di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur. RRI, 2026, menjelaskan bahwa rangkaiannya meliputi Minggu Palma, Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.

Kapan Semana Santa Larantuka 2026 berlangsung?

Rangkaian 2026 berlangsung pada 29 Maret–5 April, sedangkan puncaknya jatuh pada 3 April, bertepatan dengan Jumat Agung, menurut detikcom, 2026. Tanggalnya berubah setiap tahun mengikuti kalender liturgi Katolik.

Menjelang Pekan Suci, suku-suku Semana menjalankan mengaji Semana selama tujuh minggu. TribunFlores, 2026, melaporkan kegiatan itu berlangsung sejak Rabu Abu hingga Rabu Trewa, dengan jadwal doa pada Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Apa saja rangkaian utamanya?

Rabu Trewa menandai penutupan aktivitas duniawi dan awal suasana berkabung. Pada Kamis Putih, Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Ana dibuka bagi peziarah, lalu umat mengikuti misa untuk mengenang Perjamuan Terakhir, menurut RRI, 2026.

Jumat Agung menjadi puncak. RRI, 2026, menyebut prosesi itu mencakup perarakan laut peti jenazah Yesus dan arak-arakan malam patung Tuan Ma serta Tuan Ana dengan cahaya lilin di sepanjang jalur kota.

Siapa Tuan Ma dan Tuan Ana?

Tuan Ma adalah sebutan masyarakat Larantuka untuk Bunda Maria, sedangkan Tuan Ana merujuk pada Yesus. Keduanya disimpan di kapela selama setahun dan dikeluarkan dalam rangkaian Semana Santa, menurut detikcom, 2026.

Perayaan ini tidak hanya menjadi kegiatan liturgi. TribunFlores, 2026, menggambarkannya sebagai perjumpaan tradisi Gereja Katolik dan kebudayaan Lamaholot yang dijalankan oleh suku-suku di dalam Kerajaan Larantuka.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.