Semana Santa Larantuka: Rangkaian, Makna, dan Puncaknya
Semana Santa Larantuka merupakan Pekan Suci Katolik yang berpadu dengan tradisi Lamaholot. Pada 2026, rangkaian berlangsung 29 Maret–5 April dengan puncak prosesi pada Jumat Agung, 3 April.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Semana Santa Larantuka adalah rangkaian Pekan Suci Katolik di Larantuka, Flores Timur, yang memadukan liturgi gereja dengan tradisi Lamaholot. Rangkaian 2026 berlangsung 29 Maret–5 April, dengan Jumat Agung pada 3 April sebagai puncak prosesi, menurut detikcom, 2026.
Apa itu Semana Santa Larantuka?
Semana Santa berarti Pekan Suci dan dalam tradisi Larantuka juga disebut Hari Bae. Perayaan ini berlangsung dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah dan berpusat pada penghormatan kepada Yesus serta Bunda Maria, menurut detikcom, 2025.
Tradisi ini hidup di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur. RRI, 2026, menjelaskan bahwa rangkaiannya meliputi Minggu Palma, Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.
Kapan Semana Santa Larantuka 2026 berlangsung?
Rangkaian 2026 berlangsung pada 29 Maret–5 April, sedangkan puncaknya jatuh pada 3 April, bertepatan dengan Jumat Agung, menurut detikcom, 2026. Tanggalnya berubah setiap tahun mengikuti kalender liturgi Katolik.
Menjelang Pekan Suci, suku-suku Semana menjalankan mengaji Semana selama tujuh minggu. TribunFlores, 2026, melaporkan kegiatan itu berlangsung sejak Rabu Abu hingga Rabu Trewa, dengan jadwal doa pada Rabu, Jumat, dan Sabtu.
Apa saja rangkaian utamanya?
Rabu Trewa menandai penutupan aktivitas duniawi dan awal suasana berkabung. Pada Kamis Putih, Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Ana dibuka bagi peziarah, lalu umat mengikuti misa untuk mengenang Perjamuan Terakhir, menurut RRI, 2026.
Jumat Agung menjadi puncak. RRI, 2026, menyebut prosesi itu mencakup perarakan laut peti jenazah Yesus dan arak-arakan malam patung Tuan Ma serta Tuan Ana dengan cahaya lilin di sepanjang jalur kota.
Siapa Tuan Ma dan Tuan Ana?
Tuan Ma adalah sebutan masyarakat Larantuka untuk Bunda Maria, sedangkan Tuan Ana merujuk pada Yesus. Keduanya disimpan di kapela selama setahun dan dikeluarkan dalam rangkaian Semana Santa, menurut detikcom, 2026.
Perayaan ini tidak hanya menjadi kegiatan liturgi. TribunFlores, 2026, menggambarkannya sebagai perjumpaan tradisi Gereja Katolik dan kebudayaan Lamaholot yang dijalankan oleh suku-suku di dalam Kerajaan Larantuka.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum
Dua Orang Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Larantuka
Tiga korban masih dirawat di RSUD Larantuka setelah kecelakaan di Bukit Fatimah, Sandominggo, pada 29 September 2026 sekitar pukul 18.30 WITA. Dua ora…
Paling ramai di Flores

Berita utama hari ini

Baca juga





